Jumat, 08 Mei 2020 06:30 WIB

Virus Corona Terdeteksi di Cairan Sperma

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
WUHAN, CHINA - JANUARY 31:  (CHINA OUT) A man wears a protective mask as he ride a bicycle across the Yangtze River Bridge on January 31, 2020 in Wuhan, China.  World Health Organization (WHO) Director-General Tedros Adhanom Ghebreyesus said on January 30 that the novel coronavirus outbreak has become a Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).  (Photo by Stringer/Getty Images) Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Para ilmuwan di China mendeteksi SARS-CoV-2, virus Corona penyebab COVID-19, di semen atau cairan sperma. Tapi temuan ini tidak serta merta diartikan COVID-19 menular melalui hubungan seks.

Temuan ini dipublikasikan di jurnal JAMA Network Open, melibatkan 38 pria di Shangqiu yang positif COVID-19, baik yang masih mengalami gejala maupun telah dinyatakan sembuh. Sampel cairan sperma dari para partisipan dianalisis untuk mengetahui keberadaan virus Corona.

Hasilnya, SARS-CoV-2 ditemukan di sampel milik 6 partisipan, atau 16 persen. Dari keenam partisipan tersebut, empat masih mengalami gejala dan dua lainnya sudah sembuh baru-baru ini.

Meski demikian, para peneliti memberi catatan bahwa keberadaan virus Corona di cairan sperma tidak serta-merta membuktikan virus ini ditularkan secara seksual.

"Ini temuan yang menarik, tapi harus dikonfirmasi bahwa ada virus yang menular, bukan gaya produk virus di dalam semen," kata profesor mikrobiologi dari University of Iowa, Dr Stanley Perlman, yang tidak terlibat dalam penelitian, dikutip dari New York Times.

Belum bisa dipastikan juga seberapa lama virus Corona akan berada di dalam cairan sperma. Virus tersebut ditemukan juga pada sampel sperma dari partisipan yang baru 2-3 hari sebelumnya dinyatakan sembuh dari COVID-19.



Simak Video "dr. Reisa Sebut Vaksin COVID-19 Asal Indonesia Tersedia Pertengahan 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)