Jumat, 08 Mei 2020 10:17 WIB

Selain Virus Corona, 5 Virus Ini Juga Pernah Ditemukan di Cairan Sperma

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi sperma Beberapa virus memang bisa ditemukan di cairan sperma. (Foto: iStock)
Jakarta -

Penelitian terbaru yang dipublikasi di jurnal JAMA Network Open menyebut virus Corona COVID-19 ditemukan di cairan sperma. Studi oleh peneliti dari Shangqiu Municipal Hospital ini menemukan virus Corona pada 6 sampel cairan sperma dari 38 sampel yang diperiksa.

"Perlu studi lebih lanjut untuk mengetahui informasi lebih detail terkait proses pelepasan virus, waktu bertahan hidup, dan konsentrasinya di dalam cairan sperma," tulis peneliti seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/5/2020).

Studi ini ditanggapi oleh peneliti lain sebagai hal yang menarik tapi tidak mengejutkan. Beberapa virus diketahui memang bisa hidup di air mani atau cairan sperma. Virus apa saja itu? Berikut daftarnya:

1. HIV

Human immunodeficiency virus (HIV) sudah lama dikenal sebagai salah satu penyakit infeksi menular seksual (IMS). Alasannya karena HIV dapat ditemukan di cairan tubuh termasuk air mani.

Ketika seseorang yang terinfeksi berhubungan seks dengan orang lain, HIV dapat menginfeksi masuk lewat selaput lendir di organ intim.

2. Ebola

Ebola adalah salah satu virus mematikan yang mewabah di Afrika Barat pada tahun 2014 lalu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut virus ini bisa bertahan lama di cairan sperma bahkan setelah seseorang dinyatakan sembuh.

"Pada pasien laki-laki yang dalam masa penyembuhan, virus dapat bertahan dalam air mani selama setidaknya 70 hari. Satu studi bahkan menunjukkan bahwa virus masih ada selama lebih dari 90 hari," tulis keterangan WHO beberapa waktu lalu.

3. Zika

Zika adalah virus yang utamanya disebarkan oleh gigitan nyamuk dan sempat mewabah tahun 2016 lalu. Belakangan peneliti juga menemukan virus ini tampaknya bisa berkembang di organ reproduksi pria dan terdeteksi di air mani.

Dokter dari Spallanzani Institute for Infectious Diseases menemukan seorang pasien pria positif memiliki virus Zika di spermanya meski sudah lewat enam bulan dari sejak menunjukkan gejala infeksi. WHO sampai mengeluarkan anjuran untuk menerapkan seks aman atau puasa seks bagi orang yang baru kembali dari daerah terjangkit Zika.

4. Dengue

Virus penyebab demam berdarah dengue (DBD) selama ini dikenal menular lewat gigitan nyamuk. Namun, pada tahun 2019 ilmuwan menemukan bukti pertama kemungkinan virus dapat menular lewat hubungan seks. Hal ini karena peneliti di Spanyol menemukan jejak virus dengue pada sampel cairan sperma.

5. Hepatitis B

Virus hepatitis termasuk salah satu virus yang dikenal dapat menular lewat cairan tubuh. Cairan sperma, lendir vagina, dan darah diketahui bisa menyimpan virus ini.

Berita baiknya infeksi virus hepatitis dapat dicegah dengan bantuan vaksin.



Simak Video "WHO Kunjungi China Pekan Ini untuk Telusuri Asal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)