Jumat, 08 Mei 2020 15:00 WIB

Kerap Disalahgunakan, Ini Fungsi Obat Benzodiazepine yang Sesungguhnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Roy Kiyoshi saat ditemui di studio Trans TV. Roy Kiyoshi ditahan terkait penyalahgunaan benzodiazepin. (Foto: Palevi S/detikFoto)
Jakarta -

Paranormal Roy Kiyoshi diamankan oleh polisi terkait penyalahgunaan narkoba. Saat tes urine, Roy Kiyoshi positif benzodiazepin atau jenis obat yang memiliki efek sedatif.

Mengutip Healthline, benzodiazepine merupakan sebuah obat psikoaktif yang digunakan untuk mengobati serangkaian kondisi kesehatan psikologis maupun neurologis. Penggunaan zat ini juga terbatas dan hanya digunakan dalam jangka pendek serta sesuai kebutuhan.

Umumnya, benzodiazepine digunakan sebagai obat tidur dan obat anti-kecemasan. Selain itu, berikut fungsi obat benzodiazepine seperti dilansir detikcom dari berbagai sumber.

1. Insomnia

Benzodiazepine biasanya digunakan sebagai pengobatan jangka pendek pada pengidap insomnia parah. Kandungan di dalamnya dapat membantu mengurangi kecemasan dan kejang, merilekskan otot dan memicu tidur.

2. Gangguan kecemasan

Obat ini kerap digunakan untuk pengobatan gangguan kecemasan. Institut Kesehatan Nasional Inggris (NICE) merekomendasikan mengonsumsi benzodiazepine tidak lebih dari satu bulan.

3. Kejang

Benzodiazepine merupakan antikonvulsan yang sangat kuat dan efektif untuk mencegah kejang epilepsi yang terus-menerus.

4. Ketergantungan alkohol

Biasanya benzodiazepine diresepkan bagi mereka yang sedang ingin berhenti dari kecanduan alkohol. Tipe yang biasa diresepkan adalah chlodiazepoxide diikui dengan diazepam. Obat-batan ini membantu mereka dengan menyingkirkan racun dari sistem rubuh dan mengurangi risiko gejala parah.

5. Serangan panik

Karena efek anti-anxietasnya, benzodiazepine sangat efektif untuk mengobati kecemasan yang terkait dengan gangguan panik. Asosiasi Psikiater Amerika (APA) menyebutkan banyak percobaan studi berbeda mendukung penggunannya untuk pengobatan ini. Namun NICE tetap tidak merekomendasikan menggunakannya dalam jangka panjang.

6. Bipolar

Untuk orang dengan bipolar, benzodiazepin kadang-kadang digunakan untuk mengobati gejala gangguan kecemasan yang terjadi bersamaan atau gejala agitasi selama episode manik atau hipomanik. Namun, karena risiko yang terlibat, benzodiazepin dan obat-obatan bipolar seperti penstabil suasana hati jarang diresepkan bersama-sama dan lebih mungkin untuk dikombinasikan dalam perawatan rawat inap.



Simak Video "5 Fakta Skoliosis, Kelainan Tulang yang Diidap Jessica Mila Sejak SMP"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)