Jumat, 08 Mei 2020 15:16 WIB

4 Fakta Tumor Otak Seperti Diidap Adi Kurdi 'Keluarga Cemara'

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Adi Kurdi meninggal / Foto: Antara / Ilustrasi:  Andhika Akbarayansyah Adi Kurdi meninggal / Foto: Antara / Ilustrasi: Andhika Akbarayansyah
Jakarta -

Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Indonesia. Adi Kurdi, pemeran Abah dalam sinetron 'Keluarga Cemara' meninggal dunia karena tumor otak yang diidapnya.

Adi Kurdi meninggal di RS Pusat Otak Nasional (PON) pada hari ini, Jumat (8/5/2020), pukul 11.30 WIB. Menurut sang istri, Bernadetta Siti Restyratuti, sebelum meninggal suaminya sempat menjalani perawatan untuk mengeluarkan cairan yang menyumbat di otaknya.

"Jadi tumor otak. Ada penyumbatan dan sekarang ini penuh cairan padahal sudah disedot," jelas Tuti, istri Adi Kurdi saat ditelepon detikcom, Jumat (8/5/2020).

Mengutip dari National Foundation For Cancer Research, ada beberapa fakta yang perlu diketahui terkait tumor otak yang diidap Adi Kurdi, antara lain:

1. Tumor otak primer jarang terjadi

Tumor otak primer atau yang memang bermula dari otak jarang sekali terjadi. Tumor otak yang paling umum ditemui adalah tumor sekunder, yang berasal dari tumor di organ lain yang bermetastasis hingga ke otak. Bisa bermula dari paru-paru, payudara, usus besar, atau prostat.

2. Jadi penyebab kanker otak yang tidak diketahui

Kebanyakan orang yang didiagnosis tumor otak primer, faktor risikonya tidak diketahui. Namun, seiring waktu tumor ini terbukti bisa meningkat menjadi kanker otak.

Meningkatnya risiko tumor otak ini terjadi seiring dengan bertambahnya usia, paparan radiasi, ataupun gangguan genetik langka seperti penyakit Von Hippel-Lindau, sindrom Li-Fraumeni, dan Neurofibromatosis (NF1 dan NF2).

3. Tidak memiliki gejala yang jelas

Salah satu gejala tumor otak adalah sakit kepala yang terus memburuk, dari waktu ke waktu. Tapi, ada beberapa gejala lainnya yang juga bisa muncul, seperti perubahan kepribadian, mual, muntah, penglihatan terganggu, sulit bicara, kehilangan memori jangka pendek, dan bisa berujung kematian.

4. Bisa terjadi pada semua kalangan

Tumor otak primer ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan anak-anak pun juga. Penyakit ini pun bisa dialami anak usia 0-14 tahun, dan rata-rata sering didiagnosis pada usia 59 tahun.



Simak Video "Biar Nggak Tegang, Petugas Damkar Swab Test Diiringi Musik Dangdut"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)