Jumat, 08 Mei 2020 17:45 WIB

Saran Ahli Gizi Sebelum Santap Kolak untuk Menu Buka Puasa

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
kolak pisang spesial Kolak jadi menu andalan buka puasa. (Foto: detikfood)
Jakarta -

Bagaikan sebuah tradisi, kolak selalu menjadi menu takjil pilihan saat berbuka puasa. Rasanya yang manis dan enak, serta isiannya yang beraneka ragam membuat kolak digemari oleh banyak orang.

Dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr Diana F Suganda, SpGK, MKes, mengatakan walaupun kolak memiliki rasa yang enak, sebaiknya tidak untuk dikonsumsi setiap hari. Sebab kandungan kolak yang terdiri dari gula, santan, dan juga tepung-tepungan tidak baik untuk tubuh.

"Kolak kan isinya gula-gula sederhana yang kalorinya tinggi, ada gula jawa, tepung-tepungan tuh kaya misalnya (kolak) biji salak, kemudian ada santen. Jadi kalau dimasak lama akhirnya jadi lemak jenuh," jelas dr Diana kepada detikcom, Jumat (8/5/2020).

"Jadi sebenarnya isinya malah kita terlalu banyak makan lemak jenuh dan gula sederhana yang kalorinya tinggi," lanjutnya.

Menurut dr Diana, dalam jangka panjang bila mengonsumsi kolak setiap hari bisa berisiko terkena obesitas, bahkan diabetes. Tetapi tak perlu khawatir, karena dr Diana juga memberikan tips sehat apabila ingin mengonsumsi kolak saat berbuka puasa.

"Saran saya kalau pada saat kita mau buka puasa itu buka dulu dengan air putih untuk menetralkan, kemudian buah karena buah sebenarnya juga karbohidrat yang cepat naikin gula darah dan bagus pada saat kita buka puasa, perut kosong kita isi dengan buah," ucap dr Diana memberikan saran.

"Nah baru deh habis itu kalau pengen kolak itu paling cuma setengah gelas jadi cuma nambah sedikit aja," tuturnya.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)