Jumat, 08 Mei 2020 19:39 WIB

Round Up

Virus Corona Ada di Cairan Sperma, COVID-19 Menular Lewat Seks?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona ditemukan di cairan sperma beberapa pasien. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Peneliti China menemukan virus Corona COVID-19 dalam sperma sejumlah kecil pria yang terinfeksi. Penelitian oleh tim dokter di Rumah Sakit Kota Shangqiu China melihat 38 pria di rumah sakit yang telah dites positif COVID-19, dan dari kelompok kecil itu ditemukan bahwa enam orang memiliki SARS-CoV-2 dalam cairan semen atau sperma mereka.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open menyebut bahwa dari keenam partisipan, empat masih mengalami gejala dan dua lainnya sudah sembuh baru-baru ini.

"Virus yang bertanggung jawab untuk Covid-19, sindrom pernafasan akut yang parah, telah terdeteksi pada sampel tinja, saluran pencernaan, saliva dan urin. Namun, sedikit yang diketahui tentang SARS-CoV-2 dalam air mani," tulis peneliti dikutip dari SCMP.

Meski terdeteksi di sampel partisipan, hal ini belum bisa membuktikan bahwa keberadaan SARS-CoV-2 di cairan sperma berpotensi menular melalui hubungan seksual.

"Perlu studi lebih lanjut untuk mengetahui informasi lebih detail terkait proses pelepasan virus, waktu bertahan hidup, dan konsentrasinya di dalam cairan sperma," lanjut peneliti.

Selain itu, belum bisa dipastikan juga seberapa lama virus Corona akan berada di dalam cairan sperma. Virus tersebut ditemukan juga pada sampel sperma dari partisipan yang baru 2-3 hari sebelumnya dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Sebelumnya beberapa virus yang juga diketahui bisa 'hidup' di cairan sperma di antaranya HIV, Ebola, Zika, Dengue, dan Hepatitis B.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)