ADVERTISEMENT

Jumat, 08 Mei 2020 20:55 WIB

AS Temukan 14 Mutasi Virus Corona, Salah Satunya Lebih Mematikan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Para ilmuwan di Amerika Serikat, telah menemukan mutasi virus Corona COVID-19 yang dianggap memiliki strain yang jauh lebih mematikan dari sebelumnya. Mutasi virus Corona ini telah menyerang Eropa dan Amerika Serikat, bahkan bisa menginfeksi kembali pasien yang telah sembuh.

Mengutip dari Sky News, peneliti di Los Alamos National Laboratory menjelaskan telah mendeteksi 14 mutasi protein pada virus ini, salah satunya dikenal dengan nama Spike D614G. Dalam risetnya menunjukkan bahwa mutasi yang pertama kali teridentifikasi di Eropa ini berbeda dengan yang menyebar di awal pandemi.

"Mengkhawatirkan, karena kita melihat adanya bentuk virus yang bermutasi muncul dengan sangat cepat. Dan selama bulan Maret menjadi bentuk pandemi yang dominan," ujar Dr Bette Korber, penulis utama studi tersebut.

"Saat mutasi itu masuk ke suatu populasi, mereka dengan cepat mengambil alih epidemi lokal. Sehingga mutasi ini lebih mudah menular," lanjutnya.

Lonjakan protein pada mutasi tersebut membuat para ilmuwan khawatir. Hal itu karena protein merupakan bagian yang paling efektif untuk membuat virus Corona mudah menyebar. Selain itu, protein merupakan molekul yang ada di bagian luar virus, yang berguna untuk menempel dan menembus dinding luar sel manusia dan hewan.

Protein ini juga yang menjadi sasaran para ilmuwan dalam upaya mencari obat maupun vaksin untuk COVID-19. Caranya dengan menemukan antibodi pengikat protein tersebut, supaya mencegah virus ini menginfeksi sel manusia.

"Mengingat protein ini juga sangat penting, baik dalam hal infektivitas virus dan target antibodi, kami akan terus mendesak agar bisa meneliti mutasi ini lebih jauh lagi," ujar Dr Korber.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT