Sabtu, 09 Mei 2020 08:50 WIB

Kesemutan Hingga Covid-Toes, Gejala Corona Tak Umum yang Harus Diwaspadai

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Gejala terinfeksi Corona makin beragam. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Demam, batuk dan sesak napas merupakan gejala umum yang ditemui dari setiap pasien yang terinfeksi virus Corona. Hal ini menjadi indikasi awal bagi para dokter untuk menentukan apakah seseorang berisiko atau tidak tertular COVID-19.

Namun ada juga beberapa gejala selain yang sering disebutkan dan dilaporkan dialami oleh mereka yang kemudian didiagnosis positif virus corona. Gejala lain yang juga menjadi lazim pada pasien adalah hilangnya indera penciuman atau perasa, kelelahan dan pilek, serta masalah perut dan diare.

Selain itu berikut adalah gejala virus corona yang tidak biasa yang tetap harus diwaspadai dikutip dari The Sun.

1. Sensasi kesemutan

Ketika sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik, beberapa orang akan mengalami sensasi yang berbeda. Beberapa pasien yang mengidap COVID-19 melaporkan mereka merasa kesemutan di beberapa area tubuhnya.

Meski demikian, para ahli menyatakan bahwa ini sebenarnya adalah respons dari sistem kekebalan tubuh pasien dan bukan merupakan gejala Covid-19.

"Saat terinfeksi, sel-sel imunitas diaktifkan sehingga banyak bahan kimia dilepaskan ke seluruh tubuh kita dan dapat terasa seperti ada beberapa desis atau terasa kesemutan. Ketika respons kekebalan kita bekerja, orang bisa merasakan sensasi yang berbeda," tutur direktur pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York.

2. Covid-toes

American Academy of Dermatology belum lama ini meninjau efek pada kulit yang dialami pasien COVID-19. Ruam dan bengkak pada jari kaki disebut indikasi terbaru terinfeksi virus Corona COVID-19. Para ahli dermatologi menyebut fenomena ini dengan 'Covid toes' yang banyak dialami oleh pasien muda yang terjangkit Corona.

Sejauh ini, data menunjukkan bahwa kebanyakan orang dengan 'Covid toes' tidak menunjukkan gejala lain atau hanya mengidap kondisi ringan. Selain itu ruam tersebut cenderung mempengaruhi usia muda termasuk anak-anak dan orang dewasa di usia 20-an dan 30-an.

"Kebanyakan pasien yang mengalaminya berusia muda, sehat, dan hanya mengalami gejala ringan. Saya tidak ingin orang-orang berpikir bahwa dengan memiliki ruam ungu di jari kaki mereka akan berakhir di ruang perawatan ICU," kata Freeman dikutip dari Live Science.

3. Pusing dan sakit kepala

Meskipun gejala-gejala ini tidak umum, para ahli mengatakan pusing dan sakit kepala mungkin merupakan "konsekuensi dari infeksi virus." Di China, sebuah penelitian terhadap 214 pasien atau sekitar 36,4 persen, menemukan bahwa lebih dari sepertiganya mengalami sakit kepala dan pusing.

Pada pasien yang memiliki infeksi Covid parah, ini meningkat menjadi 45,5 persen.

"Komplikasi neurologis harus dipertimbangkan sebagai konsekuensi dari virus," tutur spesialis saraf profesor Ian Jones.

4. Mata memerah atau konjungtivitis

Royal College of Ophthalmologists dan College of Optometrists mengatakan bahwa pada infeksi saluran pernapasan atas, ada kemungkinan bahwa hal itu dapat mengakibatkan konjungtivitis.

Penelitian dari China, Korea Selatan dan di negara lain menunjukkan bahwa sekitar 1-3 persen orang yang terinfeksi virus Corona menderita konjungtivitis, umumnya dikenal sebagai mata merah muda.

Konjungtivitis adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh virus, sehingga terjadinya peradangan pada lapisan jaringan tipis yang disebut konjungtiva, yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.

5. Nekrosis atau livedo

Livedo adalah kematian jaringan tubuh karena kurangnya pasokan darah yang dapat menyebabkan perubahan warna pada kulit. Sebuah penelitian di Spanyol menemukan bahwa enam persen dari 375 kasus virus corona melibatkan kondisi tersebut.

Kondisi ini dikaitkan dengan pasien yang lebih tua dengan kasus Covid-19 yang parah, meskipun manifestasi penyakit pada kelompok ini bervariasi. Walau demikian penulis penelitian mengatakan sulit untuk mengetahui apakah kondisi ini secara langsung disebabkan oleh Covid-19, atau hanya mengindikasikan komplikasi.



Simak Video "Punya Gejala Demam Tinggi, Ini Beda DBD dan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)