Minggu, 10 Mei 2020 12:40 WIB

Djoko Santoso Meninggal karena Stroke, Ini Kaitannya dengan Perdarahan Otak

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Djoko Santoso di Yogyakarta, Rabu (27/2/2019). Jenderal (Purn) Djoko Santoso meninggal karena stroke dan perdarahan otak. Foto: Usman Hadi/detikcom
Jakarta -

Perdarahan di otak dipastikan menjadi penyebab Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso meninggal dunia pagi ini. Dokter juga menyinggung riwayat stroke yang dialami almarhum.

"Beliau mengalami Cerebro vascular disease atau singkatnya stroke. Ini kejadian yang kedua," ujar Wakil Kepala RSPAD Gatot Subroto, Brigjen Budi Sulistya, di rumah duka, Bambu Apus, Jakarta Timur Minggu (10/5/2020).

Stroke Hemoragik

Dikutip dari Mayo Clinic, stroke secara umum dibagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya. Stroke yang dipicu oleh perdarahan di otak dikenal dengan istilah stroke hemoragik atau hemorrhagic stroke.

Beberapa kondisi yang memicu stroke hemoragik antara lain:

  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Penanganan berlebih dengan obat pengencer darah (antikoagulan)
  • Pembengkakan pembuluh darah atau aneurisma
  • Trauma, misalnya kecelakaan
  • Penumpukan protein di dinding pembuluh darah yang memicu melemahnya dinding pembuluh darah atau cerebral amyloid angiopathy
  • Stroke iskemik yang memicu perdarahan.

Stroke Iskemik

Stroke iskemik atau ischemic stroke merupakan jenis stroke yang kedua, terjadi ketika pembuluh darah di otak menyempit atau tersumbat. Kondisi ini menyebabkan aliran darah di otak berkurang, atau disebut iskemia.

Penyempitan atau penyumbatan bisa dipicu oleh timbunan lemak di pembuluh darah. Bisa juga dari gumpalan darah atau serpihan lain yang terbawa aliran darah yang terbawa ke otak.



Simak Video "Memasuki Usia 20-an, Seberapa Sering Harus Cek Kolesterol?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)