Minggu, 10 Mei 2020 19:04 WIB

Kebas Kesemutan pada Diabetes Melitus, Ini Faktanya!

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
Kebas Foto: shutterstock
Jakarta -

Anda sering mengalami kebas atau kesemutan? Jangan didiamkan, bisa saja itu sebuah tanda bahwa Anda tengah mengalami penyakit yang cukup serius. Kebas dan kesemutan merupakan salah satu ciri gangguan saraf yang diakibatkan karena kurangnya vitamin B dalam tubuh.

Kebas dan kesemutan dapat terjadi pada penderita penyakit diabetes melitus. Penderita diabetes mellitus dapat menderita kebas dan kesemutan pada anggota tubuhnya. Pada jurnal terbitan Endocrine Connections Research yang ditulis oleh Mauricio Alvarez, dinyatakan bahwa penggunaan kronis metformin, obat untuk menurunkan glukosa darah, dapat menyebabkan defisiensi vitamin B12, yang salah satunya dapat dicirikan dengan gejala kebas dan kesemutan.

Penggunaan metformin jangka panjang dinyatakan dapat menyebabkan penurunan penyerapan asam amino dan vitamin B12, sehingga pemberian suplemen vitamin B12 mungkin dibutuhkan untuk mengurangi kejadian atau keparahan gejala tersebut.

Diketahui bahwa kebas dan kesemutan yang terus terjadi berulang-ulang merupakan salah satu ciri gangguan saraf. Kebas adalah kondisi di mana saraf tidak merasakan apapun. Biasanya kebas akan diikuti dengan kesemutan.

Kesemutan adalah keadaan ketika saraf terasa seperti tertusuk-tusuk ringan dan biasanya terjadi di bagian tubuh tertentu. Orang yang mengalami gangguan pada saraf perifer atau saraf tepi, cenderung mengalami kebas kesemutan pada bagian tangan dan kaki. Kebas dan kesemutan yang disebabkan karena gangguan saraf bisa terjadi saat tubuh kekurangan vitamin B.

Beberapa vitamin B yang dapat membantu menjaga kesehatan saraf yaitu vitamin B1, B6, dan B12. Vitamin B1 membantu metabolisme karbohidrat, vitamin B6 membantu metabolisme protein dan asam amino, sedangkan vitamin B12 berpengaruh pada pematangan sel dan integritas jaringan saraf.

Untuk itu kita, bisa mengonsumsi Vitropic Forte, dengan kandungan vitamin B1 100 mg, B6 100 mg, dan B12 5000 μcg. Dengan mengonsumsinya, Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin B1, B6 dan juga B12 yang juga akan mencegah Anda dari kerusakan pada beberapa bagian saraf, juga penyakit lain seperti beri - beri.

Foto: Vitropic Forte

Ukuran tablet yang kecil membuat Vitropic Forte mudah ditelan sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang mengalami kerusakan saraf sebagai salah satu dampak dari penyakit diabetes melitus. Ukuran packaging Vitropic Forte pun tergolong kecil, yaitu sebesar 3 blister x 10 tablet dalam satu box, sehingga praktis untuk dibawa ke mana saja. Kamu bisa mendapatkan Vitropic Forte di Century, apotek, dan toko obat terdekat.

Hanya dengan 1 tablet sesudah makan per hari, Anda sudah bisa menjaga dan merawat saraf Anda agar terhindar dari gangguan saraf yang bisa menyerang sewaktu-waktu. Vitropic memang epic!

Foto: Vitropic Forte

Sumber :

Alvarez, Mauricio et al. "Vitamin B12 deficiency and diabetic neuropathy in patients taking metformin: a cross-sectional study." Endocrine connections vol. 8,10 (2019): 1324-1329. doi:10.1530/EC-19-0382

Roxana Valdés-Ramos, et al. "Vitamins and Type 2 Diabetes Mellitus." Endocrine, Metabolic & Immune Disorders-Drug Targets (Formerly Current Drug Targets - Immune, Endocrine & Metabolic Disorders), Volume 15, Number 1, 2015, pp. 54-63(10). 1 Mar 2015.



Simak Video "Penyandang Diabetes Tetap Aman Pergi ke RS saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)