Minggu, 10 Mei 2020 19:38 WIB

Corona Bikin Orang Malas Bercinta

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Pandemi virus Corona COVID-19 berdampak pada keintiman pasutri (Foto: Getty Images/iStockphoto/Soifer)
Jakarta -

Sejak terjadi pandemi virus Corona, banyak sekali joke terlontar tentang kemungkinan ledakan angka kelahiran gara-gara lockdown. Kenyataannya, sebuah penelitian mengungkap minat bercinta justru menurun di masa pandemi.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Psychosomatic Obstetrics and Gynecology tersebut menyebut lebih dari 80 persen pasangan menunda punya keturunan selama pandemi. Lebih dari sepertiga yang sebenarnya ingin punya anak, memilih menunda hingga Corona berlalu.

Pertimbangan ekonomi yang serba tidak pasti menjadi salah satu alasan. Pertimbangan lainnya adalah kemungkinan adanya dampak pandemi terhadap kehamilan.

Sementara dikutip dari BBC, sebuah perusahaan kondom mengakui adanya penurunan penjualan alat kontrasepsi gara-gara Corona. Selain karena produksinya memang berkurang, pasangan disebut cenderung kurang intim sebagai dampak berbagai pembatasan.

"Keintiman berkurang dan itu adalah manifestasi kegelisahan," kata Lazman Narasimhan dari Reckitt Benckiser.

Prediksi terjadinya ledakan angka kelahiran atau baby boom seusai pandemi muncul berkaca dari krisis-krisis sebelumnya, termasuk Perang Dunia Kedua. Namun pada kondisi pandemi COVID-19, para pakar meyakini justru lebih banyak yang akan menunda punya keturunan.



Simak Video "WHO Sebut COVID-19 Bukan Penyakit Musiman, Tahan di Segala Cuaca"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)