Minggu, 10 Mei 2020 21:53 WIB

Tangkal Corona, Pakar Berkaca pada Industri Film Dewasa

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Positive blood test result for the new rapidly spreading Coronavirus, originating in Wuhan, China Virus Corona COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Dalam konteks penularan penyakit, pornografi tergolong industri paling berbahaya. Namun industri ini sekaligus punya prosedur pencegahan yang ketat dan dinilai bisa diterapkan untuk menangkal virus Corona COVID-19.

Sejak HIV (Human Imunodeficiency Virus) mewabah di era 1990-an, studio 'mainstream' film dewasa di Amerika Serikat menerapkan The Performer Availability Scheduling Services (PASS). Diklaim sejak 2004 tidak terjadi penularan berkat skema tersebut.

Tes rutin tiap 2 pekan jadi syarat mutlak bagi setiap pemeran jika ingin tampil. Jika ada pemeran yang positif terinfeksi, kegiatan produksi dihentikan sampai tracing atau pelacakan maupun serangkaian tes menjangkau semua orang yang terlibat kontak.

"Saya tidak yakin bisa ada di industri ini tanpa hal itu," kata Lance Hart, seorang pemeran film dewasa asal Las Vegas, dikutip dari The Sun.

Selama lockdown akibat pandemi corona, studio porno tidak beroperasi. Namun para bos tengah memikirkan langkah-langkah keamanan tambahan jika kelak sudah bisa beroperasi kembali, misalnya dengan melakukan sanitasi.

"Dalam beberapa hal, apa yang mereka lakukan adalah model untuk apa yang kita coba lakukan pada COVID," kata Dr Ashish Jha dari Global Health Institute di Harvard University.

"Industri film dewasa mengajarkan kita bahwa sebagai proof of concept, ini bisa berhasil. Kita hanya perlu scale up," lanjutnya.



Simak Video "WHO: 73 Negara Alami Krisis Obat HIV di Tengah Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)