Senin, 11 Mei 2020 03:30 WIB

4 Dampak Makan Berlebihan Saat Sahur, Mengantuk hingga Cepat Lapar Lagi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Woman eating craving a tasty double burger Santap sahur tidak berarti harus makan berlebihan (Foto: Getty Images/iStockphoto/SIphotography)
Jakarta -

Memperhitungkan porsi makan dengan cermat bisa membantu kelancaran ibadah puasa Ramadhan. Meski bersiap untuk tidak makan selama seharian, bukan berarti harus makan berlebihan.

Bukan hanya membuat perut terasa tidak nyaman, berlebihan makan saat sahur juga berdampak pada sistem metabolisme. Salah satu yang bisa langsung dirasakan adalah terkantuk-kantuk.

Berikut 4 dampak buruk yang dialami tubuh jika berlebihan makan sahur.

1. Risiko makin gemuk

Banyak orang mengalami peningkatan berat badan justru saat sedang berpuasa. Salah satu penyebabnya adalah makan berlebihan, semacam 'balas dendam' karena sudah seharian menahan lapar dan haus. Kalori yang masuk saat sahur dan berbuka jadi lebih banyak dibanding kebutuhan untuk sehari saat berpuasa.

2. Malah cepat lapar

Sinyal lapar dan kenyang di otak dipengaruhi antara lain oleh hormon leptin. Kebiasaan makan berlebihan bisa memicu resistensi terhadap hormon ini, sehingga sinyal lapar-kenyang menjadi tidak terkontrol. Rasa lapar bisa saja muncul saat isi perut sebenarnya masih penuh.

3. Mengantuk

Dalam proses mencerna makanan, sel-sel di pankreas memproduksi insulin yang akan memicu peningkatkan hormon melatonin dan serotonin. Makin banyak kedua hormon ini dihasilkan, makin berat rasanya untuk mempertahankan mata tetap terbuka. Ngantuk berat!

4. Perut tidak nyaman

Normalnya, lambung manusia mampu menampung 1 sampai 1,5 liter makanan. Bahkan bisa lebih banyak lagi jika dipaksakan. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk mengosongkannya lagi, dan selama itu perut akan terasa penuh dan tidak nyaman jika terlalu penuh.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)