Senin, 11 Mei 2020 08:44 WIB

Pria di Korsel Tularkan Corona ke 50-an Orang Saat Dugem, Super Spreader?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Visitors wearing face masks walk near the Gwanghwamun, the main gate of the 14th-century Gyeongbok Palace, and one of South Koreas well-known landmarks, in Seoul, South Korea, Saturday, Feb. 22, 2020. South Korea on Saturday reported a six-fold jump in viral infections in four days to 346, most of them linked to a church and a hospital in and around the fourth-largest city where schools were closed and worshipers and others told to avoid mass gatherings. (AP Photo/Lee Jin-man) Pengunjung Istana Gyeongbokgung di Korea Selatan mengenakan masker. Foto: AP/Lee Jin-man
Jakarta -

Korea Selatan menutup lebih dari 2.100 klub malam di Seoul dan kota-kota di sekitarnya. Ini terkait penularan virus Corona COVID-19 ke 50-an pengunjung, oleh seorang pria 29 tahun yang diyakini sebagai super spreader.

Tak lama setelah negeri gingseng melonggarkan aturan social distancing, lonjakan kasus COVID-19 kembali terjadi. Salah satunya ditularkan oleh seorang pria pengunjung klub malam di Itaweon, pekan lalu.

Dalam semalam, pria ini mendatangi 5 klub malam. Diperkirakan ada sekitar 7.200 pengunjung lain yang mendatangi klub tersebut, dan dikhawatirkan terlibat kontak dengan pria tersebut.

"Kecerobohan bisa memicu ledakan infeksi," kata walikota Seoul, Park Won-soon.

Pada Minggu lalu, dilaporkan ada 34 kasus baru yang kemungkinan besar berhubungan dengan kluster yang sama. Menurut presiden Moon Jae-in hal ini membuktikan bahwa wabah, "belum berakhir sampai benar-benar berakhir."



Simak Video "Dugaan Kasus Reinfeksi Covid-19 Pertama di Korsel"
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)