Senin, 11 Mei 2020 18:07 WIB

Ilmuwan Temukan Cara Cegah Risiko Fatal Virus Corona pada Kanker Prostat

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Image chalk on a blackboard Testosteron (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Para peneliti menemukan cara yang berpotensi untuk membantu mencegah terkena virus Corona COVID-19, khususnya pada pengidap kanker prostat. Disebutkan mencegah produksi testosteron bisa turunkan risiko fatal karena virus Corona.

Studi baru yang dimuat dalam jurnal Annals of Oncology menunjukkan efek positif dari terapi yang biasa dilakukan oleh pengidap kanker prostat yaitu androgen deprivation therapies (ADT). Terapi ini bertujuan untuk membantu pria yang mengidap kanker prostat dalam mencegah produksi testosteron.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang menerima terapi tersebut memiliki risiko lebih rendah terkena virus Corona COVID-19. Dibandingkan dengan mereka yang mengidap kanker prostat tetapi tidak menggunakan terapi, lapor IFLScience.

Mengutip Medical Daily, kanker membuat pria 1,8 kali lebih mungkin terinfeksi virus Corona COVID-19. Namun menekan produksi testosteron melalui terapi tersebut dapat membalikkan efek penyakit dan bahkan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap virus.

Selama penelitian, pria dengan kanker prostat tanpa menggunakan terapi tersebut memiliki tingkat infeksi 0,31 persen. Namun, lebih dari 5.000 pria dengan penyakit yang sama menggunakan terapi ini memiliki risiko virus Corona COVID-19 lebih rendah.

"Kami telah menemukan bahwa mereka yang dirawat dengan terapi androgen deprivation untuk kanker prostat dilindungi, meskipun semua pasien dengan kanker memiliki risiko lebih besar infeksi COVID-19 daripada pasien non-kanker," kata Andrea Alimonti, seorang profesor di Università della Svizzera Italiana di Swiss, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Semua pria yang memakai terapi tersebut selama penelitian dilaporkan selamat dari COVID-19. Tetapi penyakit ini membunuh seperenam pasien kanker yang tidak menerima terapi untuk memblokir testosteron mereka.

Alimonti mengatakan bahwa pria dengan gejala COVID-19 yang parah dan kanker prostat yang agresif dapat mempertimbangkan untuk menggunakan terapi ini demi meningkatkan kelangsungan hidup mereka. Tetapi peneliti mengatakan mereka harus terus memblokir testosteron mereka selama risiko tertular virus corona tetap tinggi.

Alimonti mencatat kadar testosteron akan kembali normal setelah pasien berhenti melakukan terapi tersebut.



Simak Video "Percepat Target Vaksin COVID-19, WHO: Butuh Dana Rp 449 T"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)