Selasa, 12 Mei 2020 04:02 WIB

Misterius, Belasan Warga di Hong Kong Tertular Hepatitis dari Tikus

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Tanzania, Morogoro, Morogoro University, the Apopo detection rat technology for anti-personnel mines, training for using sniffer rats to detect TNT or Tuberculosis Ilustrasi tikus (Foto: RIEGER Bertrand/GettyImages)
Jakarta -

Jenis baru virus hepatitis E (HEV) yang biasanya hanya menginfeksi tikus, belakangan menular juga ke manusia. Belasan orang di Hong Kong terinfeksi, tetapi belum diketahui pasti bagaimana penularan terjadi.

Kasus pertama penularan hepatitis E tikus atau 'rat hepatitis' pada manusia dilaporkan di Hong Kong pada November 2018. Sejak saat itu, dilaporkan 10 orang di area tersebut dinyatakan positif terinfeksi.

Kasus terbaru tercatat pada 30 April, ditemukan pada pria 61 tahun yang masuk rumah sakit dengan kelainan fungsi hati.

Para ilmuwan masih belum bisa memastikan bagaimana orang-orang ini bisa terinfeksi. Pada kasus terakhir, bahkan tidak ditemukan tikus maupun kotoran tikus di rumah pasien, dan pasien tidak pernah pergi ke manapun.

Kemungkinan, orang-orang tersebut terinfeksi dari makanan atau minuman yang terkontaminasi kotoran tikus. Namun teori ini belum bisa dibuktikan.

"Berdasarkan informasi epidemologi yang tersedia, sumbar dan rute infeksi tidak bisa ditentukan," kata Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN.

Tidak diketauhinya cara penularan dari tikus ke manusia dinilai menyulitkan upaya pencegahan. Bahkan, para ilmuwan kesulitan memetakan kelompok yang berisiko.

"Yang kami ketahui adalah tikus di Hong Kong membawa virus, dan kami mengetes manusia dan menemukan virus. Tetapi bagaimana tepatnya virus itu berpindah, apakah tikus mengkontaminasi makanan kami, atau ada hewan lain yang terlibat, kami tidak tahu," kata Dr Siddharth Sridhar, ahli mikrobiologi dari Hong Kong University.



Simak Video "Awal Mula Hepatitis A di Depok yang Jangkiti Ratusan Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)