Selasa, 12 Mei 2020 09:30 WIB

Wanita Ini Dipulangkan dari RS Usai 3 Hari Diberi Remdesivir

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Traitement possible par Remdesivir pour traiter le coronavirus Covid-19 Remdesivir disebut mampu percepat penyembuhan pasien Corona. (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang dokter dari layanan kesehatan Inggris (NHS) membagikan pengalamannya saat berjuang melawan virus Corona COVID-19. dr Geraldine McGroarty awalnya mengaku kondisinya sangat buruk kala itu, bahkan ia dilaporkan sering kesulitan bernapas.

Dokter yang merupakan ahli bedah berusia 30 tahun ini pun harus menjalani hari-harinya seorang diri dalam perawatan intensif, berjuang untuk bisa tetap bernapas. Ia bahkan dilaporkan mengalami demam tinggi hingga 40 derajat celcius.

"Saya merasa sangat buruk, sangat lemah dengan demam 40 derajat celcius yang tidak dapat dikendalikan," ungkapnya, menceritakan perawatannya saat di Rumah Sakit Royal Free di London.

"Sebelumnya hari itu di rumah, detak jantungku melonjak tiga kali lipat dan batuk hebat. Aku juga punya perasaan tegang yang tidak nyaman di dadaku. Aku ingin mengambil napas dalam-dalam dan tidak bisa. Aku tidak bisa berbicara banyak karena aku sangat sesak napas," lanjutnya.

Dalam wawancaranya bersama BBC, wanita yang bekerja di Rumah Sakit King's College ini bersyukur bisa menerima pengobatan remdesivir. Ia mendapat pengobatan remdesivir tersebut sehari setelah 5 April dilarikan diri ke rumah sakit dengan dugaan virus Corona COVID-19, dan ternyata ia dilaporkan dalam kondisi infeksi COVID-19 yang parah.

"Saya tidak tahu banyak tentang obat itu, tetapi saya ingin memberi diri saya kesempatan terbaik untuk melawan COVID-19 dan bertahan hidup," katanya.

Pada akhirnya kondisinya dilaporkan mengalami peningkatan atau membaik dua hari setelahnya karena mampu melepaskan ventilator. "Itu benar-benar berbalik dengan sangat cepat. Saya pulang ke rumah hanya tiga hari setelah saya diberi obat. Saya tidak bisa mengatakan dengan pasti mengapa saya tiba-tiba menjadi lebih baik, tetapi saya percaya itu tergantung pada itu (obat remdesivir)," tuturnya.

Kini Geraldine dilaporkan telah kembali pulih dan sudah kembali bekerja paruh waktu. Meski begitu ia masih sedikit kelelahan dan terkadang kehabisan napas dengan cepat.

"Mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk sepenuhnya pulih dari ini. Jangan meremehkan Covid-19 atau melebih-lebihkan seberapa baik tubuh Anda akan melawannya," tegas Geraldine, dikutip dari The Sun, Selasa (12/5/2020).

Geraldine menjadi salah satu pasien yang mengikuti uji coba obat remdesivir Corona dan menunjukkan hasil yang baik, laporannya termasuk dalam muatan jurnal soal keberhasilan obat remdesivir yang terbit akhir Mei. Remdesivir sendiri kini pasokannya sudah diperluas dan beberapa negara dilaporkan sudah menerima pengobatan tersebut termasuk Jepang.



Simak Video "Dugaan Efek Samping Obat Corona Remdesivir pada Ginjal dan Hati"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)