WHO Sebut Uji Coba Pengobatan Corona Tunjukkan Hasil yang Positif

ADVERTISEMENT

WHO Sebut Uji Coba Pengobatan Corona Tunjukkan Hasil yang Positif

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rabu, 13 Mei 2020 09:06 WIB
Vaksin virus corona: Enam sudah diuji coba pada manusia, namun tantangannya ada pada produksi massal
WHO sebut uji pengobatan virus Corona tunjukkan hasil memuaskan. Foto: BBC World
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (12/5/2020) mengatakan beberapa perawatan dan pengobatan tampaknya mampu mengurangi keparahan virus Corona. WHO kini fokus pada empat sampai lima jenis pengobatan dengan hasil yang paling menjanjikan.

Lembaga yang berbasis di Jenewa ini telah memimpin inisiasi global untuk mengembangkan vaksin, tes, dan obat yang aman dan efektif untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati COVID-19, penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 4 juta orang di seluruh dunia.

"Kami punya beberapa perawatan yang tampaknya dalam studi awal mampu mengurangi keparahan dan lamanya penyakit, namun kami tidak memiliki apa pun yang dapat membunuh atau menghentikan virus," kata juru bicara WHO, Margaret Harris, yang juga tergabung dalam tim SOLIDARITY, dikutip dari Reuters.

Namun ia masih belum menyebutkan secara pasti jenis perawatan yang memberikan hasil positif tersebut Menurutnya perlu memastikan lebih banyak data agar lebih yakin bahwa perawatan yang diujikan mampu digunakan untuk seluruh pasien virus Corona.

Beberapa waktu lalu, Gilead Science Inc mengatakan remdesivir, obat antivirus yang mereka kembangkan, telah membantu meningkatkan hasil untuk pasien COVID-19. Data klinis yang dirilis bulan lalu tentang remdesivir meningkatkan harapan bahwa obat bisa menjadi pengobatan yang efektif.

Beberapa penelitian yang mengamati kombinasi obat antivirus juga menyarankan mereka dapat membantu pasien melawan virus. Hasil uji coba di Hong Kong yang dirilis bulan ini menunjukkan kombinasi tiga obat antivirus membantu meringankan gejala pada pasien dengan infeksi COVID-19 ringan hingga sedang dan dengan cepat mengurangi jumlah virus dalam tubuh mereka.

Di sisi lain, obat malaria yang diperjuangkan oleh Presiden AS Donald Trump yakni hydrocloroquin, gagal menunjukkan manfaat bagi pasien virus Corona berdasarkan studi yang dikeluarkan bulan ini. Laporan dokter juga menunjukkan penggunaan obat tersebut meningkatkan risiko keparahan pada beberapa pasien.

Pejabat WHO juga mengatakan bahwa SARS-CoV-2 merupakan virus yang unik dan rumit sehingga agak sulit untuk memproduksi vaksin untuk melawan virus Corona. Saat ino lebih dari 100 jenis vaksin sedang dikembangkan dan beberapa telah masuk dalam uji klinis.



Simak Video "Peringatan WHO usai Muncul Infeksi Flu Burung H5N1 pada Mamalia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT