Rabu, 13 Mei 2020 11:30 WIB

Masih Laporkan Nol Kasus Kematian, Bagaimana Strategi Vietnam Hadapi Corona?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vietnam menjadi satu negara di Asia Tenggara yang boleh dibilang sukses dalam menangani virus corona, disiplin warganya menjadi salah satu kunci sukses begini potretnya. Vietnam masih laporkan nol kasus kematian Corona, apa rahasianya? (Foto: Getty Images/Linh Pham)
Jakarta -

Hingga kini, Vietnam tidak memiliki satu pun kasus kematian akibat virus Corona COVID-19. Karenanya, Vietnam menjadi sorotan di dunia sebab dinilai berhasil tangani Corona.

Mengutip data worldometers pada Rabu (13/5/2020), kasus Corona di Vietnam sebanyak 288 kasus dan 252 di antaranya dilaporkan sembuh dengan 0 kasus kematian. Tentu hal ini adalah pencapaian di tengah pandemi Corona di saat negara lain kembali melaporkan lonjakan kasus Corona dan tengah mewaspadai gelombang kedua.

Apa saja yang dilakukan Vietnam?

Melansir abc.net.au, Hung Le Thu, seorang analisis di Australian Strategic Policy Institute mengatakan para pakar termasuk ahli epidemiolog di Australia pun tak meragukan data yang dilaporkan Vietnam terkait tidak adanya kasus kematian Corona.

"Saya tidak melihat tanda bahaya mengenai ketepatan atau kurangnya transparansi dalam jumlah," kata Sharon Kane, direktur negara Vietnam di Plan International, sebuah LSM yang bekerja pada kesehatan masyarakat.

"Ada realisasi dan pelaporan yang jujur oleh pemerintah sejak awal Januari tentang terbatasnya sumber daya klinis yang tersedia jika epidemi ini terjadi, sehingga Vietnam dengan cepat berusaha menjaga wabah tetap terkendali," lanjut Sharon.

Bergerak dengan cepat dan tegas

Kunci keberhasilan Vietnam dinilai berasal dari pengujian strategis, penelusuran kontak yang agresif, dan kampanye komunikasi publik yang efektif. "Sejak awal, dipahami bahwa ini adalah sesuatu yang sangat serius, virus yang dapat menginfeksi semua orang," kata dr Le Thu.

"Bukan hanya orang yang terpengaruh tetapi semua orang di sekitar mereka," lanjut dr Le Thu.

Vietnam diketahui melaporkan kasus pertamanya pada 22 Januari lalu dan saat itu Vietnam dengan cepat bergerak untuk membentuk gugus tugas menteri yang dikenal sebagai Komite Pengarah Nasional soal Pencegahan dan Kontrol COVID-19.

"Latihan penilaian risiko pertama dilakukan pada awal Januari segera setelah kasus-kasus di China mulai dilaporkan," kata perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia untuk Vietnam, Kidong Park, mengatakan kepada AAP.

Vietnam pun dikatakan bertindak lebih cepat daripada negara mana pun di dunia di luar China.

Pembatasan penerbangan

Pada 1 Februari lalu, perusahaan penerbangan Vietnam Airlines mengumumkan penangguhan semua penerbangan ke dan dari China, Hong Kong, dan Taiwan. Perbatasan ditutup segera setelah itu, menangguhkan semua penerbangan internasional pada 21 Maret.

"Ada banyak pelajaran dari epidemi SARS tahun 2003, dan pemerintah secara cerdik menggunakan pengalaman yang kaya ini dan bertindak secara bertanggung jawab," kata Sharon Kane.

Mereka yang kembali ke Vietnam diharuskan untuk karantina selama 14 hari di fasilitas yang didanai dan dioperasikan oleh pemerintah. Vietnam telah mengisolasi semua orang yang bahkan dicurigai terinfeksi. Puluhan ribu orang telah dikarantina.

Pada awal Maret, para ilmuwan Vietnam telah mengembangkan beberapa alat uji berbiaya rendah. "Pada saat itu, AS bahkan tidak memiliki tes yang efektif, Vietnam punya tiga," jelas Mike Toole, seorang spesialis penyakit menular dengan Burnet Institute yang berbasis di Melbourne, mengatakan kepada ABC.

Protokol kesehatan yang ketat

Sementara Vietnam mendorong kebiasaan positif seperti menggunakan hand sanitizer dan pemerintah mewajibkan untuk mengenakan masker saat berada di luar pada 16 Maret. Bagi mereka yang melanggar bisa terkena hukuman keras.

"Sudah menjadi masalah patriotisme untuk mencuci tangan dan tetap di rumah, sebuah pesan yang telah berhasil dikomunikasikan melalui berbagai bentuk seni populer dan propaganda tentang COVID-19," kata dr Le Thu.

Slogan termasuk 'tinggal di rumah adalah mencintai negara Anda', 'menjaga jarak sosial adalah bentuk patriotisme', dan 'virus adalah musuh Anda' pun dinilai sebagai bentuk himbauan yang kreatif dan efektif.

"Pemerintah sangat kreatif. Setiap hari, berbagai bagian pemerintah akan mengirim pesan kepada warga dengan informasi," kata Profesor Toole.

Dengan tidak ada kasus lokal yang dilaporkan dalam hampir sebulan, Vietnam telah membuka kembali bisnis dan tempat wisata. Sekolah telah dibuka kembali namun tetap memerhatikan langkah-langkah social distancing.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)