Rabu, 13 Mei 2020 12:36 WIB

Studi Ungkap Hydroxychloroquine Tak Bermanfaat untuk Pengobatan Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Inilah Alasan Kondisi Pasien Corona Bisa Tiba-tiba Memburuk di Minggu Kedua Hydrochloroquin disebut tidak memberikan manfaat bagi pasien Corona. (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Hydroxychloroquine sempat disebut-sebut bisa mengobati pasien virus Corona, bahkan yang kondisinya parah. Namun studi terbaru menunjukkan bahwa hydroxychloroquine tidak berpengaruh pada pengobatan COVID-19.

Dikutip dari CNN, studi ini telah diterbitkan dalam Journal of American Medical Association. Bahkan sebelum studi itu diterbitkan , Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) dan National Institutes of Health (NIH) telah mengeluarkan peringatan tentang penggunaan hydroxychloroquine untuk pasien virus Corona.

Dalam studi tersebut, para peneliti di University at Albany mengamati sebanyak 1.438 pasien virus Corona yang dirawat di 25 rumah sakit di New York. Setelah diteliti, tak ada perubahan pada tingkat kematian antara pasien yang diberikan hydroxychloroquine dan tidak.

"Yang paling penting bagi saya dari penelitian ini adalah hasilnya sangat konsisten dengan pedoman FDA dan NIH yang dikeluarkan pada April kemarin," kata salah seorang peneliti, David Holtgrave.

"Ketika memutuskan untuk melakukan intervensi tentang kesehatan masyarakat dan perawatan untuk COVID-19 atau penyakit lain, sangat penting untuk melihat data dan memahami tentang ilmu pengetahuannya, serta memastikan keputusan yang dibuat haruslah berbasis data setinggi mungkin," tuturnya.



Simak Video "Ahli Buktikan Remdesivir Percepat Kesembuhan Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)