Rabu, 13 Mei 2020 15:07 WIB

Singapura Tolak Strategi Herd Immunity, Sebut Banyak yang Dikorbankan

Firdaus Anwar - detikHealth
Negara China, Singapura, dan Jepang adalah negara yang berhasil menghadapi wabah COVID-19 dengan baik. Namun mereka harus mengantisipasi adanya gelombang kedua. Singapura menolak strategi herd immunity untuk hadapi wabah Corona. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Pemerintah Singapura dengan tegas menolak strategi herd immunity di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Dengan angka kasus baru yang terus bertambah, Singapura berencana semakin agresif melakukan pengetesan dan pelacakan kasus-kasus infeksi Corona.

Direktur layanan kesehatan, Kementerian Kesehatan Singapura, Kenneth Mak mengatakan 'harga' yang harus dibayar bila strategi herd immunity diterapkan terlalu tinggi. Akan ada banyak warga yang sakit bahkan meninggal.

"Meski kami sudah melakukan berbagai langkah untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus, meningkatkan kemampuan kami, sistem kesehatan kita bisa dengan mudah kewalahan dengan strategi mendekati herd immunity," kata Kenneth seperti dikutip dari South China Morning Post, Rabu (13/5/2020).

Herd immunity sendiri adalah konsep kekebalan yang dimiliki suatu komunitas terhadap penyakit. Kekebalan ini bisa diperoleh berkat tingginya cakupan imunisasi atau bila cukup banyak orang terpapar virus.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) pernah berkomentar bahwa herd immunity tidak cocok jika diberlakukan di Indonesia. Sekretaris Jenderal PAPDI, Dr dr Eka Ginanjar, SpPD, KKV, mengatakan jika herd immunity diberlakukan maka akan banyak orang yang tak bisa diselamatkan.

"Herd immunity bisa tercapai apabila sebagian populasi terinfeksi yaitu sekitar 70 persen. Artinya sebanyak 189 juta dari 270 juta penduduk Indonesia akan terinfeksi," kata dr Eka.

"Masalahnya Case Fatality Rate (CFR) kita tinggi banget yaitu di atas 8 persen. Artinya fasilitas kesehatan kita tidak siap dan akan banyak yang menjadi korban," lanjutnya.



Simak Video "Aturan Longgar dan Targetkan Herd Immunity COVID-19, Swedia Gagal?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)