Rabu, 13 Mei 2020 16:12 WIB

Pasien Positif Corona Jadi Imam Tarawih, Tanda Masih Kurangnya Kesadaran?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Poster MUI sudah mengeluarkan fatwa terkait ibadah di masa pandemi virus Corona. (Foto ilustrasi: Edi Wahyono)
Jakarta -

Sebanyak 28 orang di Tambora, Jakarta Barat, berstatus orang dalam pemantauan (ODP) setelah menjalani salat Tarawih di musala. Sebab imam salat tersebut sehari sebelumnya telah dinyatakan positif virus Corona COVID-19.

"Iya (28 jemaah berstatus ODP)," ujar Camat Tambora Bambang Sutama ketika dihubungi detikcom, Rabu (13/5/2020).

Sebelumnya petugas puskesmas dan pihak dari kelurahan Jembatan Besi, Tambora, sudah melakukan penjemputan untuk mengevakuasi imam berinisial O tersebut. Namun, O menolak.

"Karena dirinya (merasa) sehat (tidak bergejala) dan akhirnya dia bilang. 'Saya ini gejala tifus', jadi dia itu nggak yakin apa yang disampaikan oleh dokter," jelas Bambang.

Lantas apakah ini menunjukkan masih adanya kurang kesadaran di kalangan masyarakat terkait pandemi virus Corona?

Menurut dr Heri Munajib dari Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PPNU), dalam beberapa kasus memang ada orang yang masih memiliki kesadaran rendah karena rasa egoisnya yang tinggi. Misalnya pada orang-orang yang memiliki hak istimewa atau privilege.

"Jadi dalam suatu seminar saya pernah bilang, dua orang yang susah sekali diberitahu adalah yang pertama ustaz atau kyai dan yang kedua dokter," kata dr Heri kepada detikcom, Rabu (13/5/2020).

"Karena ustaz atau kyai dengan segala previlegenya itu dia sering ngotot bahwa dia tidak apa-apa, tapi yang ditular itu adalah jemaahnya. Begitu juga dokter, dia juga nggak merasa apa-apa, tapi faktanya dia menulari ke pasien. Itu dalam beberapa kasus terjadi," lanjutnya.

Meski begitu, dr Heri mengatakan tidak semua ustaz, kyai, dan dokter atau orang-orang yang memiliki privilege lainnya seperti itu. Ia menyarankan sebaiknya para pemuka agama dan pemerintah saling berkolaborasi agar kejadian ini tidak terjadi lagi dan angka penyebaran virus Corona di Indonesia bisa ditekan.

"Yang jadi sorotan ini kan para pemuka agama. Nah para pemuka agama ini diharapkan bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan pemerintah, bagaimana cara kita menekan angka terjadinya kasus positif (COVID-19) di masyarakat," tuturnya.



Simak Video "Bolehkah Pasien Virus Corona Berpuasa?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)