Kamis, 14 Mei 2020 19:59 WIB

Ilmuwan MIT dan Harvard Kembangkan Masker yang Bisa Deteksi Virus Corona

Ayunda Septiani - detikHealth
masker Ilmuwan berusaha ciptakan masker yang bisa deteksi keberadaan virus. (Foto ilustrasi: Shutterstock)
Jakarta -

Pandemi menjadi perhatian utama bagi peneliti Jim Collins dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Jauh sebelum virus Corona COVID-19 muncul, pada tahun 2014 laboratorium bioteknologi di MIT mulai mengembangkan sensor yang dapat mendeteksi virus Ebola ketika dibekukan di atas selembar kertas.

Sekarang, tim dari kampus MIT dan Harvard dilaporkan tengah menyesuaikan metode tersebut untuk menciptakan masker wajah yang bisa mengidentifikasi kasus virus Corona.

Tim sedang mengembangkan masker yang bisa memberikan sinyal fluorescence ketika seseorang yang terinfeksi virus Corona bernapas, bersin, atau batuk. Masker akan menyala atau berpendar di bawah sinar khusus untuk memberi sinyal keberadaan virus.

Jika terbukti berhasil, masker tersebut bisa mengatasi kekurangan yang terkait dengan metode screening lainnya seperti pemeriksaan suhu.

"Kamu atau aku bisa menggunakannya dalam perjalanan ke dan dari kantor. Rumah sakit dapat menggunakannya untuk pasien ketika mereka masuk atau menunggu di ruang tunggu sebagai pra-screening siapa yang terinfeksi," kata Collins.

Dokter bahkan dapat menggunakannya untuk mendiagnosis pasien di tempat, tanpa harus mengirim sampel ke laboratorium. Pada saat pengujian dan penundaan snafus telah menghambat kemampuan banyak negara untuk mengendalikan wabah, alat yang dengan cepat mengidentifikasi pasien sangat penting.

Collins mengatakan proyek labnya saat ini berada dalam 'tahap sangat awal', tetapi hasilnya telah menjanjikan. Selama beberapa minggu terakhir, timnya telah menguji kemampuan sensor untuk mendeteksi coronavirus dalam sampel air liur.

Tim berharap untuk menunjukkan bahwa konsep tersebut benar-benar berfungsi dalam beberapa minggu ke depan.

"Begitu kita berada di tahap itu, tinggal menyiapkan tes saja dengan individu yang punya peluang besar terpapar virus untuk tahu apakah masker bisa bekerja di dunia nyata," kata Collins.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)