Sabtu, 16 Mei 2020 09:04 WIB

4 Mitos Lemak Perut yang Perlu Kamu Tau

Ayunda Septiani - detikHealth
Woman in Active Wear With Squeezed Measuring Tape on a Gray BackgroundWoman in Active Wear With Squeezed Measuring Tape on a Gray Background Ingin enyahkan lemak perut? (Foto: iStock)
Jakarta -

Masa karantina mandiri selama pandemi virus Corona boleh jadi sekaligus merupakan momen untuk mewujudkan 'body goals'. Sebagian orang mengidamkan postur tubuh impian, termasuk ingin mempunyai perut kotak-kotak.

Karena itu orang-orang gigih berolahraga demi mendapat tubuh yang ideal. Selagi Anda berolahraga dan mengupayakan tubuh impian, ternyata ada mitos-mitos tentang lemak perut yang perlu kamu tahu.

Mitos-mitos ini justru bisa menguburkan tujuan utama Anda menyehatkan tubuh. Berikut beberapa mitos lemak perut dikutip dari Live Strong.

1. Lemak perut sama dengan lemak lain

Jangan anggap enteng lemak pada perut. Lemak perut khususnya lemak viseral malah jauh lebih berbahaya daripada lemak di bagian tubuh lain. Lemak viseral juga ditemukan pada organ-organ tubuh lain dan bertanggung jawab untuk beragam masalah kesehatan seperti, resistensi insulin, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan kanker payudara.

Ada cara sederhana untuk mengetahui kapan lingkar pinggang sudah masuk zona bahaya. Pada pria, jika ukuran lingkar pinggang lebih dari 90 centimeter jadi tanda lemak perut tidak sehat. Sedangkan pada perempuan, 80 centimeter. Nah kalo kamu berapa detikers.

2. Olahraga demi perut rata

Meyakini 100 kali sit up setiap hari bisa melunturkan lemak perut, hal ini ternyata keliru. Menurut Peter Jenkins, personal trainer di New York, Anda tidak bisa mengurangi lemak perut secara efektif.

"Tetapi Anda dapat secara aktif melatih dan mengembangkan otot perut Anda sehingga ketika kadar lemak Anda secara keseluruhan menurun, bentuk otot Anda akan menjadi lebih terlihat," jelas Jenkins.

3. Latihan kardio adalah yang terbaik

Apakah cardio jadi latihan terbaik untuk mengatasi lemak perut? Justru Latihan HIIT (high-intensity interval training) yang lebih efektif. Jenkins mengatakan, HIIT akan lebih membakar lebih banyak energi selama periode waktu tertentu daripada latihan kardio termasuk aerobik.

Sebuah penelitian yang diterbitkan Mayo Clinic Proceeding pada 2019 membandingkan efek latihan HIIT selama 30-60 detik dan intensitas sedang. Peneliti menemukan kelompok HIIT kehilangan lebih banyak lemak perut dan lemak tubuh secara keseluruhan.

Akan tetapi sebaiknya Anda tidak buru-buru mengubah latihan menjadi HIIT secara drastis. Elemen latihan lain juga diperlukan seperti latihan ketahanan yang bisa meningkatkan metabolisme.

4. Makanan bisa melunturkan lemak

Katheryn Scauzzo, pakar diet, menegaskan tak ada yang namanya makanan juga minuman peluntur lemak perut. Namun memang ada beberapa petunjuk untuk makan makanan sehat yang bisa membantu. Diet mediterania misalnya, diet ini memprioritaskan konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan lemak sehat.

Studi terbitan The American Journal of Clinical Nutrition menyebut makanan yang tinggi serat bisa menurunkan kadar lemak viseral. Ini terutama pada konsumsi serat larut air (soluble fibre). Menurut studi yang diterbitkan di jurnal Obesity, konsumsi 10 gram serat per hari bisa 'melunturkan' lemak perut hingga 4 persen.



Simak Video "Cedera Saat Olahraga? Begini Cara Tepat Menanganinya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)