Sabtu, 16 Mei 2020 11:15 WIB

Dokter di China Ungkap Efek Jangka Panjang Baru dari Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ada Lebih Dari 30 Persen Kasus Corona Yang Tak Tunjukkan Gejala Sakit Studi terkait virus Corona COVID-19 masih terus berjalan. (Foto: DW SoftNews)
Jakarta -

Para dokter di China yang lebih lama mempelajari virus Corona COVID-19, kini kembali mengungkapkan efek jangka panjang baru pada tubuh pasien yang telah sembuh dan sangat mengkhawatirkan.

Komisi Kesehatan Nasional China sebelumnya mencatat bahwa beberapa pasien COVID-19 yang sembuh bisa mengalami kerusakan jangka panjang pada jantung, paru-paru, kehilangan fungsi otot, dan gangguan psikologis. Sementara sebagian lainnya hanya mengalami gejala dan efek yang ringan dari penyakit tersebut, yang akan hilang dalam waktu yang singkat.

Selain itu, mereka juga mengumumkan kerusakan pada organ berupa aritmia jantung atau angina pun termasuk dalam efek jangka panjang dari COVID-19. Tak hanya itu, virus ini juga bisa menyebabkan depresi, insomnia, gangguan makan, berbagai masalah mental, neurologis, sehingga kehilangan fungsi tungkai.

Namun, satu dampak fisik yang belum tercatat adalah gagal ginjal. Berdasarkan sebuah penelitian di jurnal Kidney International, dari 5.449 pasien Corona yang dites di fasilitas medis Northwell Health di Great Neck, New York State, 1 dari 3 pasien mengalami masalah ginjal yang parah.

Menurut peneliti utama Kenar Jhaveri, kepala asosiasi nefrologi di Northwell, lebih dari 14,3 persen dari pasien tersebut memerlukan dialisis ginjal. Dialisis ginjal merupakan penyaringan limbah atau cairan dalam tubuh dengan mesin, atau sering disebut cuci darah.

Dikutip dari Daily Star, pada pasien yang lebih muda virus Corona bisa memicu munculnya penyakit seperti sindrom Kawasaki. Sindrom ini menyebabkan demam tinggi, ruam, mata merah, dan pembengkakan kelenjar.



Simak Video "Kenali Gejala Lain Saat Terinfeksi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)