Minggu, 17 Mei 2020 08:10 WIB

Anjuran Seks Kontroversial untuk Kaum Lajang di Tengah Pandemi Corona

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Di tengah pandemi virus Corona, pemerintah Belanda memberi perhatian khusus terhadap kaum lajang. Lembaga Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM) menyarankan para lajang untuk mencari 'partner bercinta'.

Anjuran ini dikeluarkan di tengah kritik tentang kurangnya anjuran perilaku seks bagi kaum lajang di Belanda.

RIVM menganjurkan para lajang di negara tersebut untuk menemukan sex buddy dan saling membuat pengaturan satu sama lain. Tujuannya untuk menjamin seks yang aman, terhindar dari perilaku berganti pasangan yang lebih rentan menularkan penyakit.

Dalam anjurannya, RIVM juga mengingatkan bahwa jika salah satu di antara pasangan sex buddy dicurigai terinfeksi COVID-19, maka pasangan tersebut harus menghindari keintiman.

Dikutip dari BBC, Belanda menerapkan social distancing sejak 23 Maret. Kebijakan pemerintah setempat masih memperbolehkan warga berkumpul dalam jumlah kecil asal tetap saling menjaga jarak.

Hingga saat ini, Belanda mencatatkan 43.870 kasus positif virus Corona COVID-19 dengan jumlah kematian 5.670.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)