Senin, 18 Mei 2020 10:34 WIB

WHO Peringatkan Sulit Bicara Bisa Jadi Gejala Serius Infeksi Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus corona serang kejiwaan pasien: Dari teriak-teriak, serang petugas, berpikir kematian, hingga mencoba bunuh diri Beberapa gejala lain yang mengindikasikan perburukan virus Corona. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Sulit berbicara bisa menjadi salah satu gejala yang serius dari infeksi virus Corona COVID-19, para ahli memperingatkan.

Saat ini disebutkan bahwa batuk dan demam menjadi tanda awal kemunculan COVID-19. Namun belakangan, beberapa pasien mengeluhkan kondisi lain, seperti sulit berbicara.

Pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut siapapun yang mengalami kesulitan berbicara disertai dengan tak bisa bergerak harus segera mengunjungi dokter.

"Kebanyakan orang yang terinfeksi COVID-19 akan mengalami penyakit pernapasan ringan sampai sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Gejala serius: sulit bernapas atau sesak napas disertai dengan nyeri dada, kehilangan kemampuan berbicara dan bergerak," sebut pakar WHO dikutip dari Mirror.

"Segera cari pertolongan medis jika Anda memiliki gejala serius. Selalu menelepon sebelum Anda mengunjungi fasilitas kesehatan," lanjutnya.

Kesulitan bicara ini juga menjadi tanda kondisi psikologis yang dialami pasien virus Corona. Para peneliti di Orygen dan La Trobe University, Melbourne, memperingtkan bahwa virus Corona menyebabkan episode psikotik pada beberapa pasien.

"COVID-19 adalah pengalaman yang menegangkan bagi semua orang, terutama mereka yang mengalami masalah kesehatan mental yang kompleks," kata Dr Ellie Brown, penulis utama studi.

Selain kesulitan berbicara, pasien yang memiliki masalah mental juga dilaporkan mengalami gejaa psikotik seperti halusinasi.

Sementara gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan sudah terfokus untuk penyelesaiannya di tengah pandemi, para peneliti berharap temuan mereka akan mendorong studi lebih lanjut ke kondisi kesehatan yang lebih parah seperti psikosis.



Simak Video "Covid-19 Bisa Sebabkan Myasthenia Gravis, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)