Senin, 18 Mei 2020 10:45 WIB

Puasa di Tengah COVID-19, Ini 4 Tips Bantu Jaga Kadar Gula Darah

Abu Ubaidillah - detikHealth
Alat tes gula darah Foto: Thinkstock
Jakarta -

Saat berpuasa di tengah pandemi COVID-19, penyandang diabetes perlu memperhatikan kesehatannya. Sebab apabila tidak dijaga, akan banyak risiko penyakit yang muncul.

Menurut Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita, berbagai penyakit bisa muncul ketika kadar gula darah tidak dijaga. Mulai dari hipoglikemia, hiperglikemia, ketoasidosis diabetic, dehidrasi, dan thrombosis.

"Walaupun puasa tetap dapat terjadi hiperglikemia karena penurunan dosis obat secara berlebihan, serta ketika berbuka puasa langsung konsumsi banyak makanan, jelas dr Adeline kepada detikHealth baru-baru ini.

Menjaga kadar gula darah erat kaitannya dengan menjaga pola makan. Namun selain itu, ada 4 hal penting yang menurut dr Adleine perlu diperhatikan dalam pengelolaan diabetesi antara lain sebagai berikut.

1. Tata Laksana Obat Sesuai Anjuran Dokter

Saat berkonsultasi dengan dokter, setiap diabetesi memiliki kebutuhan obat yang berbeda-beda. Setiap diabetesi harus mengonsumsi obat sesuai anjuran yang ditetapkan oleh dokter.

2. Pemantauan Teratur pada Kadar Glukosa

Pemantauan terhadap kadar glukosa juga harus rutin dilakukan. Hal ini dilakukan untuk memantau perkembangan kadar gula darah apakah menjadi semakin normal setelah minum obat, atau ada komplikasi lain.

3. Olahraga Namun Tidak Berlebihan

Selama berpuasa, dr Adeline menyebut diabetesi juga perlu memperhatikan rutinitas olahraganya. Meski di rumah saja, namun tetap harus melakukan gerakan tubuh yang berperan positif dalam penurunan kadar gula darah.

4. Membatalkan Puasa saat Muncul Gejala atau Komplikasi

dr Adeline juga mengatakan ketika seseorang mengalami gejala atau komplikasi akibat penyakit diabetes yang diderita, orang tersebut harus segera membatalkan puasanya dan tidak boleh dilanjutkan. Menurutnya, diabetesi sebenarnya tidak hanya disarankan untuk menghindari makan gula saja, melainkan juga memerlukan perhatian khusus pada makanan sehari-hari yang dikonsumsi.

"Selain mengatur takaran gula yang paling penting adalah mengatur kalori, diabetes pastinya sudah mengenal bagaimana cara memilih makanan oleh dokter atau ahli gizinya," sambung dr Adeline.

Upaya tersebut juga dapat didukung dengan mengonsumsi Diabetasol yang merupakan meal replacement yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti makan pagi dan snack malam dengan nutrisi lengkap. Setiap porsinya pun mampu mencukupi kebutuhan kalori hingga 260 kkal.

Diabetasol juga mengandung karbohidrat lepas lambat, tinggi serat, protein, omega 3 dan vitamin (vitamin A, C, E) dan zinc agar kadar gula darah selama berpuasa di tengah COVID-19 tetap terjaga



Simak Video "Ahli Jelaskan Alasan Puasa Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)