Senin, 18 Mei 2020 17:40 WIB

Jokowi Pikirkan Skenario Longgarkan PSBB, Ini Syarat Amannya

Muhammad Anjar Mahardhika - detikHealth
Presiden Jokowi Kapan suatu daerah bisa longgarkan PSBB? (Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah sedang memikirkan skenario pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Meskipun begitu ia mengaku belum membuat kebijakan terkait pelonggaran PSBB ini.

"Kita harus hati-hati, jangan keliru kita mau memutuskan. Dalam minggu ke depan, dua minggu ke depan, pemerintah masih tetap fokus pada larangan mudik dan mengendalikan arus balik," kata Jokowi dalam rapat terbatas yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/5/2020).

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, mengatakan hingga saat ini pemerintah belum menetapkan indikator kapan PSBB dapat dilonggarkan.

"PSBB tidak ada indikatornya. Jadi bagaimana tahu kita itu dilonggarkan atau sama saja," ujar Miko saat dihubungi detikcom, Senin (18/5/2020).

Miko menjelaskan pemerintah harus segera membuat indikator pelonggaran PSBB. Hal ini agar tiap provinsi tidak sembarangan melonggarkan PSBB di daerahnya. Ia menyebutkan syarat penting pelonggaran ini adalah turunnya penambahan kasus positif secara konsisten.

"Syarat khususnya adalah harus turun pada tingkat minimal dan itu konsisten. Jadi harus dilihat per provinsi," kata Miko.

"Kalau dia (provinsi) turun konsisten dengan diisolasinya kasus dan kontak tracingnya, yaudah dibuka saja pelan-pelan," tambahnya.

Kemudian ia mengingatkan kebijakan pelonggaran PSBB ini harus dikaji secara matang. Apabila salah dalam mengambil keputusan dapat meningkatkan jumlah penyebaran kasus yang semakin banyak dan meluas di Indonesia.



Simak Video "IDI Optimistis Pandemi COVID-19 Tuntas Akhir Juni Ini, Asalkan..."
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)