Senin, 18 Mei 2020 18:23 WIB

PPNI Sebut 'Indonesia Terserah' Bentuk Kekecewaan Sekaligus Optimisme Nakes

Muhammad Anjar Mahardhika - detikHealth
Kasus positif COVID-19 di ibu kota disebut kini alami perlambatan yang signifikan. Hal itu beri semangat baru bahwa Indonesia dapat bangkit lawan Corona. Ramai tagar 'Indonesia Terserah' di media sosial. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Saat ini ramai ungkapan 'Indonesia Terserah' di media sosial. Banyak tenaga kesehatan (nakes) yang turut menyuarakan pandangan mereka melalui ungkapan ini, salah satunya adalah perawat.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah, SKep, SH, MKep, mengatakan ungkapan ini sebagai bentuk kekecewaan tenaga kesehatan terhadap masyarakat. Ini karena sering terjadi kasus pelanggaran protokol kesehatan seperti ramainya bandara hingga penuhnya pasar-pasar dan mal.

"Karena kita dari awal konsisten untuk menyatakan memutus mata rantai dengan stay at home, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, dan jaga kesehatan. Tetapi itu ternyata dilanggar semua, jadi bagaimana kita berharap untuk cepat selesai," ungkap Harif saat dihubungi detikcom, Senin (18/5/2020).

Harif kemudian menyebutkan bahwa ungkapan tersebut juga merupakan sebuah optimisme dari tenaga kesehatan. Mereka kembali mengajak masyarakat untuk melawan persebaran virus Corona dengan cara mematuhi protokol kesehatan.

"Begitu juga perasaan sebagian teman-teman bahwa ini optimisme terhadap harapan untuk cepat selesai. Mereka sebenarnya bertanya dalam konteks itu dengan tagar itu," kata Harif.

Pencegahan virus Corona tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan. Harif mengajak semua elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat untuk mendukung tenaga kesehatan dan bersama-sama menekan angka penyebaran virus Corona dengan tetap di rumah.

"Perlu dukungan, itu salah satu suara minta dukungan bahwa yuk kita konsisten," tutupnya.



Simak Video "Tangani Pasien COVID-19, RS Pertamina Jaya Gunakan Robot Perawat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)