Selasa, 19 Mei 2020 13:16 WIB

Ilmuwan Temukan Antibodi Virus Corona COVID-19 pada Mantan Pasien SARS

Firdaus Anwar - detikHealth
Pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh menyumbangkan plasma darah 
untuk penelitian antibodi Covid-19. Antibodi virus Corona COVID-19 ditemukan pada mantan pasien SARS. (Foto ilustrasi: Getty Images/Alexander Hassenstein)
Jakarta -

Penelitian berbagai macam terapi untuk virus Corona terus berkembang. Laporan terakhir menyebut ilmuwan sedang mengembangkan antibodi COVID-19 dari sampel darah mantan pasien severe acute respiratory syndrome (SARS).

Dalam rilis, ilmuwan dari University of Washington menjelaskan pasien ini berhasil sembuh dari SARS 17 tahun lalu. Di dalam tubuhnya terdapat antibodi bernama S309 yang dalam uji laboratorium dapat melumpuhkan reseptor COVID-19 sehingga virus tidak bisa masuk ke dalam sel.

Virus Corona SARS yang sempat mewabah pada tahun 2003 lalu termasuk kerabat dekat dari virus Corona COVID-19. Oleh karena itu beberapa ahli berpikir kemungkinan adanya antibodi pada pasien yang dulu berhasil sembuh.

Ahli biokimia Profesor David Veesler menjelaskan timnya sedang mengebut penelitian antibodi dari mantan pasien tersebut. Masih perlu uji klinis sebelum S309 bisa tersedia sebagai terapi standar untuk virus Corona COVID-19.

"Kami masih perlu membuktikan bahwa antibodi ini bisa tetap melindungi di sistem mahluk hidup. Sampai sekarang ini belum dilakukan," kata David seperti dikutip dari halaman resmi University of Washington School of Medicine, Selasa (19/5/2020).

Beberapa lembaga dilaporkan kini sedang mencoba mengembangkan S309 dicampur antibodi lainnya demi mendapat efek lebih kuat.



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)