Selasa, 19 Mei 2020 13:58 WIB

Mengenal Eucalyptus, Tanaman yang Diklaim Jadi 'Antivirus' Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Eucalyptus leaves and essential oil on wooden cutting board. Minyak dari daun eucalyptus mengandung senyawa kimia eucalyptol. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim telah menemukan formula antivirus Corona COVID-19. Menurut Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry, tanaman eucalyptus disebut efektif mencegah COVID-19.

"Kesimpulan kami bisa (membunuh COVID-19), karena bahan aktif yang dimiliki eucalyptus dan target bisa membunuh Mpro (enzim dalam virus Corona). Nah itu kandungan Mpro berlaku pada COVID-19," kata Fadjry, Senin (18/5/2020).

Dikutip dari Medical News Today, eucalyptus adalah tumbuhan dari Australia yang banyak dicari untuk minyaknya. Minyak eucalyptus didapatkan lewat proses distilasi daunnya yang disebut-sebut kaya kandungan antioksidan dan senyawa 1,8-cineole (eucalyptol).

Studi yang dipublikasi di jurnal Clinical Microbiology & Infection menunjukkan minyak eucalyptus kemungkinan memiliki efek antibakteri pada patogen penyebab infeksi saluran napas atas. Sementara itu University of Maryland Medical (UMM) Center mendeskripsikan bagaimana minyak eucalyptus digunakan untuk mencegah infeksi pada luka di kulit.

"Secara umum produk dari eucalyptus dapat digunakan di kulit, selama minyaknya sudah lebih dulu diencerkan. Jangan gunakan langsung pada kulit selama belum diencerkan dengan pengencer seperti minyak zaitun," tulis Medical News Today yang dianalisa oleh ahli herba Debra Rose Wilson.

Di dunia ada lebih dari 700 spesies tumbuhan eucalyptus. Jenis yang paling umum dimanfaatkan untuk minyaknya adalah Eucalyptus globulus.



Simak Video "Heboh Kalung Antivirus Corona Kementan, Terbuat dari Apa Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)