Jumat, 22 Mei 2020 18:00 WIB

Peneliti Klaim Gejala Corona Bisa Bertahan Hingga Berbulan-bulan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus corona: Angka kematian lampaui 16.000, pemerintah Inggris masih tunggu pengiriman APD dari Turki Peneliti mengklaim gejala Corona bisa terjadi sampai berbulan-bulan. (Ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Penelitian terbaru dari King's College London mengklaim bahwa satu dari 10 pasien bisa mengalami gejala virus Corona COVID-19 selama satu bulan atau lebih. Efek jangka panjang ini memicu kekhawatiran petugas medis.

King's College London mengklaim 1 dari 10 pasien itu masih mengalami gejala Corona tiga minggu setelah terinfeksi. Padahal, umumnya waktu pemulihan kasus COVID-19 yang ringan hanya perlu waktu sekitar dua minggu. Bahkan data terbaru menyebutkan efek jangka panjang ini masih diremehkan pemerintah.

"Pemerintah memberitahu masyarakat kalau ini (COVID-19) seperti flu dan hanya memeriksa beberapa gejala, tapi ini sama sekali tidak seperti flu," kata Profesor Tim Spector dari King's College yang dikutip dari Daily Star, Jumat (22/5/2020).

"Bahkan banyak orang yang mengatakan gejala penyakit ini masih dirasakannya selama lebih dari tiga bulan," lanjutnya.

Prof Spector menggambarkan virus Corona sebagai salah satu penyakit yang paling aneh yang pernah ia temui. Ia pun semakin khawatir karena efek jangka panjang dari gejala penyakit ini bisa berlangsung lama dan luput dari perhatian pemerintah.

"Biasanya jika Anda sakit karena virus, dalam beberapa hari akan membaik. Tapi, penyakit ini berbeda, itu bisa kembali menyerang tubuh Anda bahkan dengan gejala yang berbeda dari sebelumnya setelah terinfeksi," ujar Paul Garner, seorang profesor penyakit menular di Liverpool School of Tropical Medicine.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)