Sabtu, 23 Mei 2020 18:02 WIB

Besok Lebaran! Ingat Ya Jangan Kalap Makan Biar Kolesterol Nggak 'Nanjak'

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Opor ayam, chicken cooked in coconut milk from Central Java, Indonesia. Served with lontong and sambal. Popular dish for lebaran or Eid al-Fitr Ingat ya, nggak boleh kalap makan saat lebaran agar terhindari dari kolesterol tinggi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/AmalliaEka)
Jakarta -

Besok lebaran! Opor ayam, rendang, gulai daging, sate kambing, sambal goreng ati ampela, segala macam kue dan minuman manis siap dihidangkan di hari lebaran.

Biasanya nih, lebaran hari pertama dijadikan ajang 'balas dendam' setelah berpuasa selama satu bulan penuh. Padahal makanan yang disajikan saat lebaran kebanyakan mengandung santan dan berlemak. Nah ada beberapa panduan biar kolesterol nggak mendadak jadi tinggi saat lebaran.

"Sate kambing boleh makan, namanya juga makanan. Intinya asal tahu porsi boleh-boleh saja yang penting kalau makan, tahu batasnya," tutur dr Vito A Damay, SpJP, spesialis jantung dan pembuluh darah saat berbincang dengan detikcom di IGTV dan ditulis Sabtu (23/5/2020).

Sebenarnya, kolesterol naik dan kalap makan nggak nggak cuman terjadi di hari lebaran saja. Kata dr Vito, saat ini banyak orang yang tidak menerapkan pola hidup sehat, sering makan makanan manis dan berlemak meski di hari biasa yang ujung-ujungnya meningkatkan kolesterol sehingga berujung pada masalah kesehatan jantung.

"Yang jadi masalah, risiko seseorang bisa meningkat karena dia makan sembarangan. Makan sembarangan itu berarti makan yang berlemak dan manis-manis setiap hari. Sekarang orang bisa minum boba hampir tiap hari, jadi nggak lebaran juga sama saja," jelasnya.

Untuk menjaga diri agar kolesterol nggak nanjak, selain harus membatasi makan, penting untuk selalu berolahraga secara rutin. Tak perlu memilih olahraga atau latihan ekstrem, cukup jogging, berenang, atau bersepeda.



Simak Video "Dokter: Gejala Penyakit Pasca-Lebaran Biasanya Tidak Spesifik"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)