Minggu, 24 Mei 2020 17:06 WIB

Kena Corona, Pria Ini Rayakan 'Momen Lebaran Virtual' dengan Keluarga dari ICU

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, menggelar simulasi penanganan pasien virus corona. Begini prosesnya. Pria ini rayakan momen lebaran dengan keluarga secara virtual dari ICU. (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Enam belas hari yang lalu, Efendi Abdul Rahman, pasien di Singapura harus mendapati dirinya dalam kondisi kritis karena positif Corona. Kala itu ia menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong.

Bahkan beberapa hari yang lalu, jantung Efendi sempat berhenti berdetak. "Komplikasi yang terjadi dalam kondisi kerapuhan ini mungkin membuatnya jatuh," kata dr Monica, konsultan pengobatan intensif Efendi.

Kabar baiknya, kondisi Efendi kini telah membaik secara drastis meski dirinya masih kesulitan dalam berkomunikasi. Alat tulis spidol hitam dan papan tulis kecil pun disediakan tim rumah sakit untuk membantunya berbicara.

Ini adalah kemajuan terpesat Efendi. Tujuh anak dan istrinya pun sempat khawatir dan cemas akan kondisi Efendi yang kritis dan tak kunjung membaik sebelumnya.

Jelang Sabtu sore (23/5/2020), tepat di malam sebelum Hari Raya Idul Fitri, tim rumah sakit berinisiatif membuat momen Lebaran Efendi terasa seperti biasanya. dr Shanaz Matthew Sajeed, konsultan pengobatan intensif yang kebetulan tengah bertugas shift malam di ICU pun mampir ke rumah Efendi selang perjalanan ke tempat kerja. Dokter tersebut mengambil pakaian batik yang rencananya akan dipakai Efendi tepat di Hari Raya saat video call bersama keluarganya.

"Adalah kepala departemen saya yang memperdebatkan gagasan ini untuk mempertimbangkan mendapatkan semacam pakaian untuknya untuk perayaan Hari Raya-nya," kata dr Shanaz, yang tidak memasuki rumah, mengenakan masker dan menjaga jarak yang aman ketika ia mengambil barang-baran Efendi.

Siapa sangka, selama video call berlangsung, Efendi dan keluarganya seolah seperti merayakan Hari Raya bersama. Mereka banyak mengobrol soal apa saja yang biasanya dilakukan saat Lebaran tiba, dan tentu saja Efendi sangat berharap bisa kembali berkumpul bersama keluarganya.

"Dia tersenyum hari ini, dan saat berkomunikasi dengan keluarganya, kita bisa melihat ada banyak momen emosional," kata dr Monika.

"Keluarganya jelas sangat senang melihatnya waspada dan terjaga, dan dia terlihat cukup termotivasi. Jadi kami semua berharapEfendi terus berada di jalur pemulihan," lanjut dr Monika.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)