Senin, 25 Mei 2020 15:14 WIB

Salon Buka Saat Pandemi, Tukang Cukur Tularkan Corona ke Pelanggan

Ayunda Septiani - detikHealth
Mulai 20 Mei, setiap negara bagian Amerika Serikat mulai melonggarkan aturan karantina wilayah dan membuka tempat-tempat umum. Tapi dengan tampilan yang berbeda Salon buka saat pandemi, tukang cukur tularkan Corona ke pelanggan. (Foto ilustrasi: AP Photo/Kathy Willens)
Jakarta -

Seorang tukang cukur rambut di Missouri, Amerika Serikat (AS), membuka kembali usaha salon miliknya di tengah pandemi. Ia tidak menyadari jika dirinya telah terinfeksi virus Corona. Akibatnya, penata rambut tersebut telah menularkan virus Corona COVID-19 ke 91 orang.

Dikutip dari CNN, tukang cukur tersebut bekerja pada Selasa (12/5/2020) hingga hari Rabu (20/5/2020). Saat itu, bisnis seperti tukang cukur dan salon rambut diizinkan beroperasi di negara bagian Missouri.

Kasus ini menyoroti ancaman penyebaran kembali virus di masyarakat AS, ketika bisnis kembali dibuka setelah beberapa minggu terakhir melakukan pembatasan sosial.

Direktur Departemen Kesehatan Springfield-Greene, Clay Goddard, mengatakan sebelumnya ada 84 pelanggan yang berisiko terpapar virus Corona usai berinteraksi dengan seorang penata rambut di salon Great Clips. Penata rambut ini juga menulari tujuh rekan kerjanya di salon tersebut.

"Pekerja dan klien mereka mengenakan masker. Sebanyak 84 klien yang berpotensi langsung terpapar (virus) akan diberitahu oleh Departemen Kesehatan dan akan ditawari pengujian, seperti halnya tujuh rekan kerja penata rambut (yang terinfeksi itu)," kata Departemen Kesehatan Springfield-Greene.

Pihak departemen kesehatan mengaku masih belum mengetahui kapan penata rambut tersebut terkena COVID-19. Namun, diyakini jika penata rambut tersebut terinfeksi virus Corona saat bepergian.

Beruntung, para pelanggan yang terpapar virus Corona mudah dilacak oleh petugas kesehatan setempat. Hal ini berkat kebiasaan penata rambut yang selalu menyimpan catatan info pelanggan dengan baik.

Pihak departemen kesehatan berharap masyarakat tetap menggunakan masker selama wabah ini, sehingga tidak ada penambahan kasus baru.

Amerika Serikat saat ini menjadi negara dengan kasus virus Corona COVID-19 tertinggi di dunia. Berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins hingga Senin (25/5/2020), AS telah memiliki lebih dari 1,6 juta kasus. Lebih 97 ribu meninggal dunia akibat COVID-19.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)