Rabu, 27 Mei 2020 08:29 WIB

Pangkas Waktu Pemulihan Pasien Corona, Inggris Ikut Gunakan Remdesivir

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Antivirus Remdesivir Disebut Berdampak Signifikan Terhadap Pemulihan Pasien COVID-19 Inggris ikut menggunakan remdesivir untuk mengobati pasien Corona. (Foto: DW (News))
Jakarta -

Remdesivir sebelumnya menunjukkan hasil uji coba yang menjanjikan pada pasien Corona di Amerika Serikat (AS). Di mana pengobatan remdesivir mempersingkat waktu pulih pasien Corona.

Melihat perkembangan baik remdesivir, beberapa waktu lalu Jepang ikut setujui remdesivir sebagai obat Corona. Begitu juga dengan Inggris, kini penggunaan remdesivir dipakai untuk pengobatan pasien Corona di Inggris.

Mengutip BBC, Sekretaris Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan perkembangan remdesivir adalah langkah maju terbesar dalam pengobatan virus Corona COVID-19 sejak wabah dimulai. Remdesivir adalah obat yang telah digunakan melawan Ebola.

Regulator Inggris mengatakan ada cukup bukti untuk menyetujui penggunaannya pada pasien Corona. Meski begitu karena persediaan terbatas, remdesivir khusus ditujukan bagi pasien Corona yang diprioritaskan.

AS dan Jepang telah membuat pengaturan mendesak yang serupa untuk menyediakan akses awal remdesivir untuk obat Corona. Obat tersebut saat ini sedang menjalani uji klinis di seluruh dunia, termasuk Inggris. Data awal menunjukkan remdesivir dapat mengurangi waktu pemulihan sekitar empat hari, tetapi belum ada bukti bahwa remdesivir akan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

"Nasihat ilmiah ahli terbaru adalah inti dari setiap keputusan yang kami buat, dan kami akan terus memantau keberhasilan remdesivir dalam uji klinis di seluruh negeri untuk memastikan hasil terbaik bagi pasien di Inggris," jelas Stephen Griffin dari Fakultas Kedokteran Universitas Leeds yang meyakini remdesivir adalah obat yang paling menjanjikan untuk Corona sejauh ini.



Simak Video "Deretan Negara yang Terapkan Kremasi untuk Jasad Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)