Rabu, 27 Mei 2020 12:21 WIB

WHO Desak Indonesia Setop Klorokuin untuk Pengobatan Pasien Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi obat WHO desak Indonesia setop klorokuin untuk pasien Corona. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia untuk setop penggunaan klorokuin sebagai obat Corona. Sebelumnya WHO sendiri diketahui tak melanjutkan uji klinis obat malaria ini untuk pengobatan pasien Corona.

Dikutip dari Reuters, desakan ini disampaikan untuk menunda pengobatan obat malaria karena masalah keamanan, jelas sumber yang tidak disebut namanya kepada Reuters, Selasa (27/5/2020).

Indonesia, negara terpadat keempat di dunia diketahui menggunakan obat ini untuk mengobati semua pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga berat. Bahkan Indonesia telah meningkatkan produksinya sejak Maret lalu.

Sumber anonim ini mengatakan WHO sebetulnya telah mengirim pemberitahuan kepada Kementerian Kesehatan Indonesia untuk menunda pengobatan memakai obat klorokuin.

Erlina Burhan, seorang dokter yang membantu menyusun pedoman pengobatan virus Corona dan anggota dari Asosiasi Pulmonolog Indonesia, mengkonfirmasi bahwa asosiasi tersebut juga telah menerima saran baru dari WHO untuk menangguhkan penggunaan obat-obatan.

"Kami membahas masalah dan masih ada beberapa perselisihan. Kami belum memiliki kesimpulan," kata dr Burhan kepada Reuters.

Berkaitan dengan itu, Kementerian Kesehatan Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan juru bicara satuan tugas COVID-19 Indonesia tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Pekan lalu, jurnal medis Lancet menerbitkan studi paling komprehensif hingga saat ini mengenai obat-obatan, ditemukan bahwa pasien virus Corona yang meresepkan obat malaria klorokuin cenderung alami gangguan irama jantung dan berisiko meninggal.



Simak Video "Alasan WHO Minta Penggunaan Klorokuin untuk Pasien COVID-19 Disetop"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)