Rabu, 27 Mei 2020 18:11 WIB

Perancis Resmi Larang Penggunaan Obat Malaria untuk Tangani Pasien Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Chemical formula of Chloroquine on a futuristic background WHO hentikan sementara uji klinis klorokuin dan hidroklorokuin untuk pasien COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Zerbor)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghentikan sementara uji klinis klorokuin dan hidroklorokuin untuk pasien Corona COVID-19. Alasannya karena bukti awal menunjukkan obat yang biasa dipakai untuk pasien malaria ini tidak memberikan manfaat, malah berisiko timbulkan gangguan jantung dan kematian.

Menanggapi hal itu, Perancis secara resmi melarang penggunaan hidroklorokuin untuk pasien Corona. Sebelumnya Perancis izinkan penggunaan hidrokolokuin hanya pada pasien dengan gejala berat.

Mandeep Mehra, pemimpin studi yang menganalisa manfaat klorokuin dan hidroklorokuin, dalam jurnal The Lancet merekomendasikan rumah sakit untuk berhenti menggunakan dua obat ini dalam menangani pasien virus Corona COVID-19.

"Data kami menunjukkan dengan sangat yakin bahwa di seluruh dunia kombinasi obat ini dengan cara apapun tidak menunjukkan bukti yang bermanfaat," ujar Mehra dikutip dari AFP, Rabu (27/5/2020).

Reuters melaporkan WHO juga mendesak Indonesia agar berhenti menggunakan klorokuin dalam penanganan pandemi Corona. Sumber anonim mengatakan WHO sudah memberikan pemberitahuan pada Kementerian Kesehatan Indonesia untuk menunda pengobatan klorokuin.



Simak Video "Alasan WHO Minta Penggunaan Klorokuin untuk Pasien COVID-19 Disetop"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)