Kamis, 28 Mei 2020 12:38 WIB

AS Tembus 100 Ribu Kematian Corona, 62 Ribu Nakes Terinfeksi COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sedikitnya empat truk berisi 60 mayat ditemukan di luar sebuah rumah duka di Brooklyn, New York, AS. Mereka adalah korban wabah COVID-19 yang merajalela. Kasus kematian corona di AS tembus 100 ribu. (Foto ilustrasi: AP/Craig Ruttle)
Jakarta -

Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang paling terdampak akan pandemi Virus Corona. Sekitar 100 ribu orang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi COVID-19 dan 1,7 juta orang terinfeksi.

Di antaranya, lebih dari 62 ribu tenaga kesehatan baik dokter, perawat dan penyedia layanan kesehatan di garis depan untuk penanganan virus Corona telah terinfeksi dan setidaknya 291 orang meninggal dunia, menurut laporan CDC pada Selasa (26/5).

Terakhir kali CDC melaporkan infeksi pada petugas kesehatan adalah sekitar 6 pekan lalu, pada 17 April. Saat itu, kasus penularan COVID-19 pada tenaga kesehatan hanya 9.282 orang.

Dalam data analisis April, usia rata-rata petugas kesehatan yang sakit adalah 42 tahun. Hampir tiga perempat adalah perempuan. Data statistik ini tak tersedia dalam laporan baru.

Iahn Gonsenhauser, kepala kualitas dan petugas keselamatan pasien di Pusat Medis Wexner University Universitas Ohio di Columbus, mengatakan ia merasakan kesedihan dan kehilangan yang luar biasa setelah mengetahui begitu banyak rekannya yang jatuh sakit akibat COVID-19.

"Saya pikir hal ini memberikan penilaian serius tentang tantangan yang kami miliki, terutama soal rantai pasok (alat medis) di negara kami," kata Gonsenhauser, merujuk pada peralatan pelindung pribadi, seperti masker, dikutip dari NBC News.

CDC juga mendapat kecaman dalam beberapa pekan terakhir karena kurangnya data yang tersedia untuk umum terkait dengan penyakit ini, yang telah menewaskan lebih dari 100.000 orang di AS dalam waktu kurang dari empat bulan.

Terlebih, laporan berita yang rutin dimulai sejak pandemi tiba-tiba berhenti pada pertengahan Maret.



Simak Video "Dukungan yang Bisa Dilakukan agar Pasien Corona Tak Takut Stigma"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)