Jumat, 29 Mei 2020 08:03 WIB

Daftar Riset Vaksin dan Obat Corona yang Hasilnya Menjanjikan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pengujian Vaksin Corona Pada Manusia Mulai Tunjukkan Harapan Daftar penelitian vaksin dan obat virus Corona COVID-19 yang menjanjikan. (Foto: DW News)
Jakarta -

Uji coba klinis vaksin Corona di beberapa negara membuahkan hasil. Terbaru, vaksin Corona yang diteliti di China berhasil temukan satu kandidat vaksin yang menghasilkan antibodi.

Selain itu, perkembangan uji coba obat Corona di negara lain pun melaporkan laporkan hasil positif. Berikut vaksin dan obat yang dinilai menjanjikan, dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

1. Ad5 nCoV

Para peneliti di China menyatakan telah menemukan satu kandidat vaksin yang mampu memicu kekebalan orang dewasa hanya dalam 14 hari dan membantu memerangi infeksi virus Corona. Studi baru yang diterbitkan di jurnal Lancet tersebut menuliskan bahwa potensi vaksin COVID-19 aman, dapat ditoleransi, dan efektif untuk respons kekebalan tubuh setelah diuji pada manusia.

"Hasil ini adalah tolak ukur yang penting. Studi menunjukkan dosis tunggal dari vektor baru adenovirus tipe 5 COVID-19 (Ad5-nCoV) menghasilkan vaksin antibodi spesifik virus dan sel T dalam 14 hari," kata Wei Chen, seorang profesor dari Institut Bioteknologi Beijing di Beijing dalam sebuah pernyataan dikutip dari Medical Daily.

2. Vaksin dari Inggris

Vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford, Inggris, telah siap untuk memulai uji klinis pada manusia tahap kedua. Tim peneliti dari Universitas Oxford telah menyelesaikan fase 1 dengan lebih dari 1.000 imunisasi.

Melansir CNN International, uji coba fase 2 akan dilakukan dengan memperluas rentang usia peserta penerima vaksin, termasuk orang dewasa dan anak-anak. Para peneliti telah mulai merekrut sukarelawan untuk fase 2 dan mendata 10.260 peserta.

"Studi klinis memperlihatkan hasil yang sangat baik dan kami sekarang mengevaluasi seberapa baik vaksin mampu merespon kekebalan pada orang yang lebih tua untuk kemudian menguji apakah (vaksin) dapat memberikan perlindungan pada populasi yang lebih luas," tulis Profesor Andrew Pollard, kepala Peneliti Vaksin Oxford Group.

3. Remdesivir

Gilead Sciences mengatakan hasil uji coba obat Corona beberapa waktu lalu, menunjukkan setidaknya 50 persen pasien yang diobati dengan remdesivir selama lima hari membaik. Bahkan lebih dari setengahnya dilaporkan pulang dari rumah sakit dalam waktu dua minggu.

Ia juga mengatakan percobaan lain oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) AS menunjukkan hasil yang sama. Meski belum diberikan rincian lebih lanjut terkait efek samping dari obat tersebut.

Pada Rabu kemarin, penasihat kesehatan White House, Dr Anthony Fauci, mengatakan uji coba obat remdesivir oleh NIAID, yang mendaftarkan sekitar 800 pasien, menunjukkan 'kabar baik'. Obat itu akan ditetapkan menjadi standar perawatan baru untuk pasien COVID-19.

"Efek positif yang jelas dalam mengurangi waktu untuk pulih," ujar Fauci kepada wartawan, dikutip dari CNBC pada Kamis (30/4/2020).



Simak Video "Soal Klaim Sukses Calon Vaksin Corona, WHO Ingatkan Lisensi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)