Sabtu, 30 Mei 2020 08:55 WIB

Dokter Ingatkan Ancaman Kluster Baru Corona Jika Sekolah Buru-buru Dibuka

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Elementary schoolgirl enters the school cafeteria. She pauses while looking for a friend. Ilustrasi masuk sekolah (Foto: iStock)
Jakarta -

Sampai saat ini, pandemi virus Corona masih melanda Indonesia, jumlah kasusnya masih terus meningkat. Namun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan sedang mengkaji pembukaan sekolah di pertengahan Juli 2020.

Plt Dirjen PAUD-Pendidikan Tinggi Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad, mengatakan hal ini kembali ditinjau dan memiliki tiga skenario untuk pembelajaran siswa. Hal ini ditentukan pada selesainya pandemi Corona ini.

Tiga skenario tersebut, yaitu memulai sekolah secara normal jika COVID-19 selesai di bulan Juni, tetap melaksanakan sistem belajar dari rumah (BDR) hingga pertengahan semester ganjil 2020/2021, atau jika COVID-19 tidak selesai di akhir tahun sistem BDR akan diteruskan hingga semester depan.

Menanggapi hal ini, dokter anak dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) yang juga Sekjen Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengatakan bahwa jika sekolah tetap dijalankan di tengah pandemi bisa memicu munculnya cluster baru. Hal itu akan memicu penularan COVID-19 pada anak.

"Ya kalau kurvanya masih meningkat, kemudian sekolah dibuka, itu akan jadi cluster baru penularan COVID-19," jelas dr Piprim saat dihubungi detikcom, Jumat (29/5/2020).

Sebelumnya, pihak IDAI mengeluarkan pernyataan resmi terkait kebijakan masuk sekolah ini. Pernyataannya sebagai berikut:

"Kegiatan pembelajaran bagi anak usia sekolah dan remaja sebaiknya tetap dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, mengingat sulitnya melakukan pengendalian transmisi apabila terbentuk kerumunan," demikian dikutip dari edaran IDAI.

"Ikatan Dokter Anak Indonesia menyampaikan apresiasi atas kehandalan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengembangkan berbagai bentuk pembelajaran jarak jauh, termasuk bentuk kegiatan belajar daring. Hal ini disarankan untuk tetap dilanjutkan, mengingat kemungkinan bulan Juli wabah belum teratasi dengan baik," tulis IDAI.



Simak Video "Ingatkan Pentingnya Imunisasi, IDAI: Jangan Sampai Double Outbreak"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)