Sabtu, 30 Mei 2020 20:43 WIB

PSBB Mulai Dilonggarkan, IDAI Anjurkan Siswa Tetap Belajar dari Rumah

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Seorang murid sekolah dasar (SD) belajar melalui siaran streaming TVRI di rumahnya, di Padang, Sumatera Barat, Senin (13/4/2020). Kemendikbud resmi meluncurkan program Belajar dari Rumah bersama TVRI mulai Senin hingga Jumat, dengan total durasi tiga jam per hari untuk semua tayangan sebagai alternatif belajar di tengah pandemi virus korona (COVID-19). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp. Seorang murid SD belajar lewat siaran streaming (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta -

Beberapa daerah mulai melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tak sedikit yang ikut mempertanyakan kapan sekolah kembali dibuka.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kasus virus Corona di Indonesia belum aman untuk menyudahi school from home. Selain kasus baru Corona yang dikonfirmasi masih banyak, disebutkan pula ada kemungkinan terjadi lonjakan kasus Corona.

"Dengan memperhatikan jumlah kasus konfirmasi COVID-19 yang masih terus bertambah, mulai melonggarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemungkinan terjadi lonjakan jumlah kasus kedua dan masih sulitnya menerapkan pencegahan infeksi pada anak-anak," jelas rilis yang diterima detikcom pada Sabtu (30/5/2020).

Berkaitan dengan itu, IDAI pun memberikan beberapa anjuran yang perlu diperhatikan sebagai berikut.

  1. IDAI mendukung dan mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar.
  2. IDAI menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan, menggunakan modul belajar dari rumah yang sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Anjuran melanjutkan PJJ ini akan dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia. Dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua, sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020. Pembukaan kembali sekolah-sekolah dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus COVID-19 telah menurun.
  4. Apabila sudah memenuhi syarat epidemiologi untuk kembali membuka sekolah, maka IDAI menghimbau agar semua pihak dapat bekerja sama dengan cabang-cabang IDAI sesuai dengan area yang sudah memenuhi syarat pembukaan. Perencanaan meliputi kontrol epidemi, kesiapan sistem layanan kesehatan dan sistem surveilans kesehatan untuk mendeteksi kasus baru dan pelacakan epidemiologi.
  5. Untuk keperluan ekstrapolasi data secara akurat maka IDAI menyarankan agar pemerintah dan pihak swasta melakukan pemeriksaan rt-PCR secara masif (30 kali lipat dari jumlah kasus konfirmasi COVID-19) termasuk juga pada kelompok usia anak.


Simak Video "Ingatkan Pentingnya Imunisasi, IDAI: Jangan Sampai Double Outbreak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)