Senin, 01 Jun 2020 18:01 WIB

Kementerian Kesehatan Rusia Setujui Avifavir Sebagai Obat Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Lolos di AS, Obat Virus Corona Remdesivir Masih Diperdebatkan di Australia Kementerian Kesehatan Rusia setujui Avifavir jadi obat Corona. (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Rusia menyetujui dan memberikan sertifikat pendaftaran sementara untuk obat virus Corona COVID-19 pertama di negara tersebut yaitu Avifavir. Obat ini dirancang untuk merusak kemampuan virus Corona dan telah terbukti efektif dalam uji klinis.

"Avifavir bukan hanya obat antivirus pertama untuk melawan virus di Rusia, tapi mungkin akan jadi obat anti COVID-19 yang paling menjanjikan di dunia," kata Kirill Dmitriev, CEO Dana Investasi Langsung Rusia, yang dikutip dari Bloomberg, Senin (1/6/2020).

"Ini telah dikembangkan dan diuji klinis di Rusia, dan kemungkinan Avifavir bisa menjadi obat pertama yang berbasis favipiravir di dunia," lanjutnya.

Avifavir adalah versi generik dari obat flu Jepang yaitu Avigan yang diproduksi oleh Fujifilm Holdings Corp. Dalam penelitian di China pada Maret lalu, hasilnya obat ini bisa membersihkan virus lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan obat anti-HIV.

Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia tengah mempertimbangkan untuk memproduksinya juga. Saat ini, Glenmark Pharmaceuticals sedang melakukan uji klinis fase ketiga di India dan mungkin akan selesai awal Juli nanti.

Namun, peneliti utama pada percobaan antivirus Jepang Avigan ini, Yohei Doi, mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah obat itu bisa berfungsi atau tidak. Perlu adanya penelitian dan uji coba pada pasien lainnya.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/sao)