Selasa, 02 Jun 2020 13:41 WIB

3 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Orang di Tengah Wabah Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Young women wearing protective face mask and protective gloves to prevent Corona virus and other diseases, going home afrer shopping groceries, Covid-19 outbreak Masih banyak kesalahan yang dilakukan orang untuk cegah COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Saat PSBB (pembatasan sosial berskala besar) mulai dilonggarkan dan beberapa warga sudah beraktivitas seperti biasa, sangat dianjurkan untuk tetap mempraktikkan jaga jarak fisik dan mengenakan masker.

Namun sayangnya masih banyak yang tidak mempraktekkan cara-cara pencegahan virus Corona dengan benar sehingga menambah kerentanan tertular COVID-19 terutama di era new normal seperti saat ini.

Dihimpun dari Psychology Today, berikut adalah kesalahan umum yang sering dilakukan di tengah pandemi virus Corona.

1. Kesalahan memakai masker

Penggunaan masker telah diwajibkan dalam rangka memutus rantai penularan COVID-19 yang bersumber dari droplet saat bersin atau batuk orang yang sakit. Hanya saja beberapa orang mengenakan masker hanya menutupi mulut saja. Kemudian kesalahan lain yang kerap dijumpai adalah:

- Mengenakan masker medis namun tidak tahu bagian atas digunakan sebagai penjepit unytk mencegah masker jatuh.
- Beberapa orang menyentuh bagian depan masker yang merupakan area terkontaminasi dengan jari-jari yang harusnya tetap bersih.
- Masih menyentuh wajah setelah melepas masker.

2. Kesalahan saat mengenakan sarung tangan

Saat pergi ke toko atau restoran, Anda mungkin merasa sarung tangan adalah proteksi ganda agar tak tertular virus Corona. Nyatanya sarung tangan, terutama yang berjenis latex atau karet sangat mungkin terkontaminasi.

Jadi, meskipun sudah mengenakan sarung tangan, tetap lakukan disinfeksi setelah menyentuh benda-benda yang berpotensi terkontaminasi sebelum menyentuh barang-barang bersih.

3. Berpikir bahwa masker 'cukup' untuk membuat diri terlindungi

Beberapa menganggap memakai masker sudah cukup sebagai langkah pencegahan virus Corona sehingga mereka tidak lagi menerapkan jarak sosial. Padahal sebagian besar masker yang dikenakan tidak kedap udara yang artinya virus masih bisa masuk ke celah-celah masker.

Sebuah studi Korea Selatan yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa jika empat orang batuk mengenakan masker bedah atau buatan sendiri (kecuali untuk masker N95), virus masih ditemukan di udara sekitar mereka dan di bagian luar masker wajah.

Risiko terinfeksi COVID-19 di ruang tertutup juga semakin tinggi jika makin banyak waktu yang dihabiskan di sana. Semakin banyak orang dan semakin dekat jaraknya antar satu sama lain juga meningkatkan kerentanan pada infeksi COVID-19 meski mengenakan masker.

Untuk itu bagi yang sudah mulai berkantor untuk tetap memperhatikan jaga jarak aman antar rekan dan usahakan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)