Kamis, 04 Jun 2020 16:33 WIB

Dilema Anak Belajar di Rumah Saat Ortu Kembali Masuk Kerja

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Dua anak belajar dengan bimbingan orang tuanya di rumahnya, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (15/4/2020). Dinas Pendidikan daerah setempat mengimbau kegiatan belajar dari rumah tersebut diperpanjang dengan batas waktu yang belum ditentukan untuk mengurangi interaksi sosial sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. Dilema anak belajar di rumah saat ortu kembali bekerja. (Foto: ANTARA FOTO/AKBAR TADO)
Jakarta -

Pembatasan sosial di berbagai wilayah mulai dilonggarkan, sebagian pekerja mulai kembali masuk kantor. Situasi ini menghadirkan dilema bagi yang anaknya masih belajar dari rumah.

Ketua Satuan Tugas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) Prof dr Cissy B Kartasasmita mengaku mendengar keluhan serupa. Terlebih saat anak masih berada di sekolah dasar.

"Kalau ibu kembali bekerja, memang sekarang itu ibu bertambah tugasnya yang satu dengan mengajar anak secara penuh di rumah. Itu memang tergantung dari anak sekolah, mungkin kalau sudah kelas 10 bisa belajar sendiri, tapi kalau yang SD yang anak-anak biasa didampingi memang agak sulit," jelas Prof Cissy dalam 'Webinar Anak dan Covid-19 Sekolah di Rumah, Sampai Kapan?' pada Kamis (4/6/2020).

"Karena ada kolega muda saya dia anaknya 4, yang satu masih SD, yang satu lagi SMA, nah yang SD ini memang harus selalu ada ibunya, nah waktu ibunya masih kerja di rumah dia bisa, begitu ibunya kerja, dia akhirnya menghadap ke sekolahnya meminta bantuan sekolahnya untuk melonggarkan lah sedikit," kata Prof Cissy.

Menurut Prof Cissy hal yang terpenting adalah dengan tidak membebankan anak saat belajar dari rumah. Pastikan pula anak tidak stres saat menghadapi tugas di rumah.

"Jadi misalnya satu hari dikasih tugas, besoknya harus selesai, nah oleh gurunya boleh lah ibu minta berapa hari yang penting anaknya tetap melakukan pekerjaan disesuaikan dengan waktu ibunya, karena ibunya sekarang harus kerja," lanjut Prof Cissy.

"Jadi itu (contoh) saja, saya kira harus dikembalikan ke kondisi masing-masing, diatur sedemikian rupa," pungkasnya.



Simak Video "Ikatan Dokter Anak Sarankan Sekolah Ditutup Sampai Desember 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)