Jumat, 05 Jun 2020 09:06 WIB

Round Up

Sekolah Belum Buka, Bagaimana Cara Bikin Anak Nyaman Belajar di Rumah?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Girl showing her mom new games on her tablet. Sitting at table, taking a break from doing homework. Anak tetap nyaman meski belajar di rumah. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Nebojsa93)
Jakarta -

DKI Jakarta kini mulai memberlakukan masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Jumat (5/6/2020). Kebijakan ini juga berdampak pada ditundanya kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

"Kami di gugus tugas memutuskan bahwa belajar-mengajar di sekolah belum dimulai dahulu. Tidak akan dimulai sampai kondisinya aman. Jadi bila kondisi belum bisa dianggap aman, maka kegiatan belajar-mengajar masih belum kita lakukan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Lantas bagaimana caranya agar anak tetap nyaman dan tidak stres selama belajar di rumah?

Psikolog Ghianina Armand dari Personal Growth mengatakan banyaknya tugas yang diberikan kepada anak semasa belajar di rumah bisa mempengaruhi kondisi psikologisnya.

"Seperti stres, frustasi yang menyebabkan anak tidak termotivasi dan proses pembelajaran menjadi tidak efektif," kata Ghianina, Kamis (4/6/2020).

Oleh karena itu, berikut ini adalah enam cara untuk membuat anak tetap nyaman belajar di rumah.

1. Buat jadwal belajar

Menurut Ghianina, jadwal belajar yang jelas dan terstruktur bisa membuat anak lebih fokus dalam belajar.

"Dengan memiliki jadwal belajar yang jelas dan terstruktur setiap harinya, anak akan memiliki mindset bahwa dalam jangka waktu tersebut adalah waktu untuk belajar walaupun proses pembelajaran dilakukan di rumah," ujar Ghianina.

2. Buat ruangan khusus belajar

Ruangan khusus belajar bisa membuat anak merasa nyaman dan merasa seolah-olah ia sedang berada di sekolah. Sehingga aktivitas belajar pun menjadi lebih menyenangkan.

"Misalnya menyiapkan meja khusus belajar di kamar, ruang belajar, atau ruang keluarga. Sehingga di saat jadwal belajar tiba, anak secara otomatis langsung melakukan kegiatan belajar di area yang sudah ditentukan," kata Gracia.

3. Berpakaian rapi

Tak hanya ruangan, suasana belajar di rumah juga bisa dibangun dengan cara berpakaian rapi.

"Menyiapkan diri dengan berpakaian rapi akan membentuk sebuah mindset bahwa anak secara fisik dan mental siap untuk menjalani proses pembelajaran dan tentunya meningkatkan efektivitas pembelajaran tersebut," kata Ghianina.

4. Beri dukungan

Penting bagi orang tua untuk selalu memberi dukungan pada anaknya, terlebih dalam kegiatan belajar. Selain itu, orang tua harus memberi apresiasi segala usaha yang anak kerjakan selama di rumah.

5. Orang tua sebagai role model

Berikan contoh positif pada anak, seperti tetap produktif, dan tidak malas-malasan meski berada di rumah agar anak tetap termotivasi.

6. Bersikap terbuka

Bangun komunikasi yang baik dengan anak selama di rumah. Saling terbuka satu sama lain, misalnya, menanyakan apa saja yang dirasakannya selama belajar di rumah. Ini dilakukan agar orang tua juga bisa memahami kondisi yang terjadi pada sang anak.



Simak Video "IDI Sebut Hasil Negatif Palsu Bisa Jadi Lewat Rapid Test"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)