Sabtu, 06 Jun 2020 06:00 WIB

Round Up

Maju-mundur Riset Obat Malaria Klorokuin untuk Virus Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Chemical formula of Chloroquine on a futuristic background Riset klorokuin sebagai obat Corona banyak dibayangi kontroversi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Zerbor)
Jakarta -

Perjalanan riset klorokuin sebagai obat virus Corona penuh kontroversi. Bermula dari studi yang dimuat dalam jurnal medis The Lancet menunjukkan pasien Corona yang diberi hidroksiklorokuin dan klorokuin mengalami gangguan pada jantung hingga tingkatkan risiko kematian.

Namun belum lama ini studi berjudul 'Hydroxychloroquine or chloroquine with or without a macrolide for treatment of COVID-19: a multinational registry analysis' tersebut ditarik. Alasan penarikan jurnal ilmiah ini lantaran peninjau sejawat independen tidak dapat mengakses data yang digunakan untuk analisis sehingga validitasnya diragukan.

Bagaimana perjalanan studi uji coba obat malaria klorokuin dan hidroksiklorokuin hingga akhirnya menuai kontroversi?

WHO setop sementara uji coba klorokuin

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali menyetop uji coba obat malaria klorokuin dan hidroksiklorokuin untuk pasien virus Corona COVID-19 pada Senin (25/5/2020). Alasannya disebut WHO demi keamanan pasien Corona.

"Kelompok eksekutif menetapkan menghentikan sementara hydroxychloroquine dalam uji coba, sementara data keselamatan ditinjau oleh Dewan Pemantau Keamanan Data," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers virtual dikutip dari AFP, Selasa (26/5/2020).

WHO desak Indonesia setop pakai klorokuin

Usai setop sementara uji coba obat malaria, WHO pun mendesak Indonesia untuk berhenti memakai klorokuin. Dilansir dari Reuters, desakan ini disampaikan untuk menunda pengobatan klorokuin dan hidroksiklorokuin karena masalah keamanan, demikian jelas sumber yang tidak disebut namanya kepada Reuters, Selasa (27/5/2020).

Sumber anonim ini mengatakan WHO sebetulnya telah mengirim pemberitahuan kepada Kementerian Kesehatan Indonesia untuk menunda pengobatan memakai obat klorokuin.

Indonesia ikuti arahan WHO hentikan uji coba klorokuin

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan Indonesia sudah menghentikan pemberian obat klorokuin pada pasien dalam Solidarity Trial. Penghentian ini baru dilakukan dalam lingkup uji coba medis WHO.

"Untuk trial, WHO menghentikan. Kalau bukan untuk trial, kami belum mengetahui," ujar Wiku seperti dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (28/5/2020).

Riset soal bahaya klorokuin ditarik dari jurnal medis

Studi soal bahaya klorokuin dan hidroksiklorokuin pada pasien virus Corona ditarik dari jurnal The Lancet setelah dokter dan ilmuwan ragu tentang validitas data.

WHO kembali lanjutkan riset klorokuin

WHO yang sebelumnya menghentikan studi hidroksiklorokuin dalam kelompok Solidarity Trial akhirnya kembali melanjutkan riset obat tersebut. Belum diketahui secara pasti apakah keputusan ini terkait dengan ditariknya jurnal dari The Lancet.

"Sampai sekarang, tidak ada bukti bahwa obat apa pun benar-benar mengurangi kematian pada pasien yang memiliki COVID-19," kata Kepala Ilmuwan WHO Dr Soumya Swaminathan, dikutip dari CNN.



Simak Video "Tim Peneliti Australia Tengah Kembangkan Obat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)