Sabtu, 06 Jun 2020 08:13 WIB

Percaya Omongan Trump, Warga AS Kumur Pakai Pemutih untuk Cegah Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
President Donald Trump returns to the White House after visiting outside St. Johns Church, Monday, June 1, 2020, in Washington. Part of the church was set on fire during protests on Sunday night. (AP Photo/Patrick Semansky) Survei CDC melihat sebagian warga AS memakai disinfektan, mengikuti saran Trump. (Foto: AP Photo/Patrick Semansky)
Jakarta -

Survei yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menemukan peningkatan kasus keracunan pemutih. Hal ini berkaitan dengan omongan Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu yang menyebut kemungkinan disinfektan bisa cegah virus Corona COVID-19.

Dalam konferensi pers dengan media pada 24 April lalu, Trump sempat berbicara kemungkinan menyuntikkan disinfektan ke dalam tubuh untuk dengan cepat membunuh virus. Para praktisi kesehatan mengkritik Trump dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai membuat imbauan agar orang-orang tidak sembarangan memakai disinfektan.

Trump pada akhirnya berkilah bahwa apa yang ia ucapkan hanya bersifat sarkasme atau tidak sungguh-sungguh.

Terkait hal tersebut, CDC lewat survei pada 502 orang dewasa di Amerika Serikat (AS) menemukan ternyata ada yang percaya dengan omongan Donald Trump. Sekitar 39 persen responden melaporkan pernah terlibat dalam aktivitas berisiko dengan disinfektan untuk cegah Corona.

Contoh aktivitas yang dilaporkan pada CDC mulai dari menggunakan pemutih untuk cuci makanan, menyemprotkan disinfektan ke tubuh, hingga berkumur dengan cairan pemutih.

Dikutip dari Reuters, sekitar seperempat responden melaporkan mengalami masalah kesehatan usai melakukan praktik-praktik tersebut.



Simak Video "Donald Trump Dikecam Soal Ide Suntik Disinfektan untuk Obati Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)