Selasa, 09 Jun 2020 05:33 WIB

14 Persen Meninggal Tanpa Penyakit Penyerta, Masih Ragukan Bahaya Corona?

Firdaus Anwar - detikHealth
Pengendara melintas di depan mural tentang pandemi COVID-19 di Kawasan Bangil, Pasuruan, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (20/4/2020). Mural tersebut dibuat bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengedukasi warga agar tetap waspada terhadap potensi penyebaran virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj. Virus Corona COVID-19 (Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Jakarta -

Di media sosial ramai perdebatan tentang penyebab sebenarnya kematian pasien Corona. Sebagian netizen berpendapat sebenarnya tidak ada pasien yang meninggal karena infeksi virus Corona COVID-19.

"Semenjak Wabah di Wuhan tidak ada 'kematian murni' dari COVID, dia hanya pemicu untuk penyakit bawaan. Makanya 3.130.301 orang sembuh bukan dari obat atau vaksin COVID melainkan obat medis penyakit tersebut, vitamin, dan obat tradisional," kata salah satu netizen pengguna Facebook.

Kepala Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), membantah anggapan tersebut. Menurutnya di lapangan menunjukkan ada orang-orang yang meninggal setelah terinfeksi Corona meski tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas.

"Harus diluruskan. Fakta-fakta kasus kematian pasien COVID-19 itu ada," kata dr Agus beberapa waktu lalu.

Di beberapa rumah sakit (RS) rujukan untuk kasus Corona, data menunjukkan memang sebagian besar pasien yang meninggal memiliki penyakit penyerta.

Direktur Utama RSUP Persahabatan, dr Rita Rogayah, SpP(K), MARS, mengatakan di tempatnya pada bulan April lalu ada 76 pasien Corona meninggal dari total 205 pasien. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 pasien (86 persen) yang meninggal memiliki penyakit penyerta sementara 11 pasien (14 persen) lainnya tanpa komorbid.

"Saya ada datanya," kata dr Rita pada detikcom dan ditulis Selasa (9/7/2020).

Sementara itu Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril, SpP, MPH, membeberkan data hingga 8 Juni 2020 ada 28 pasien Corona yang meninggal dan 105 pasien sembuh.

"Semua pasien yang meninggal memiliki komorbiditas," ungkap dr Syahril saat dihubungi terpisah.

Dikutip dari situs covid19.go.id, sebanyak 97,7 persen dari 1.883 pasien Corona yang meninggal di Indonesia per Senin (8/6/2020), berstatus tidak memiliki data lengkap atau tanpa kondisi penyerta.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)